Kisah ini menceritakan kemuliaan shalat jumat bagi umat Muhammad Saw.
Dikisahkan pada saat penciptaan nabi Adam AS, malaikat mempertanyakan keputusan Allah untuk penciptaan manusia, sehingga membuat murka Allah. Malaikat ketakutan, hingga mengelilingi arasy 7 kali. Kemudian Allah memaafkan dan memerintahkan kepada malaikat untuk membuat rumah Allah di dibumi. Lalu dibangun Kabah, lalu menara yang disebut Baitul makmur.
Rumah Allah berupa kabah dan menara buatan malaikat ini tentu tdk sama dengan yang ada sekarang. Ukuran menara tingginya saja bisa seukuran perjalanan 500 tahun. Rumah Allah ini kemudian selesai, maka setiap jumat, Jibril naik kemenara untuk azan, Isrofil menjadi khatib dan Mikail menjadi Imam. Setelah shalat 3 malaikat berseru :
“Pahala azanku kuberikan kepada muadzin dibumi” kata Jibril. ” Pahala khutbahku kuberikan kepada khatib di bumi” kata Israfil. “Pahala imamku kuberikan kepada imam di bumi” kata Mikail.
Allah kemudian mengampuni orang yang shalat jumat, sebagaimana Allah mengampuni malaikat.
Allah kemudian berfirman: “Wahai malaikatku, kau rela memuliakan hambaKu. Aku adalah dzat yang maha Mulia dari segala yang mulia. Kalian telah menjadi saksi, terampuninya hambaku umat muhammad yang menunaikan shalat jumat.
Dari Ali Bin Abi Thalib, Sabda Nabi:
“Pada hari jumat, 70 malaikat ada pada tiap pintu mesjid, mencatat nama-nama manusia, hingga orang terakhir saat khotib naik mimbar, yang tidak mengganggu orang lain dan yang tidak bicara kecuali yang baik. Itulah yang mungkin beruntung mendapat pahala jumat dan perbuatan buruknya diampuni diantara dua jumat”(Kitab Usfuriyah, Sheikh Muhammad bin Abubakar)
Wallahu a’lam

Leave a comment