Rajab dan keutamaan memperbanyak ibadah didalamnya

Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Rajab. Bulan ini memiliki keistimewaan dan menjadi sebuah tradisi untuk mempersiapkan masuknya bulan ini. Rasulullah saw sendiri apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a: Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (H.R. Ahmad)

Makna hidup didunia seakan-akan orang asing dan pengembara

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” (HR Bukhari) Dalam buku Martin Lings, berjudul Muhammad, dikupas mengenai baik buruk seseorang yang hidupnya sebagai orang asing dan musafir dengan ciri suka berpindah dan tidak menetap ditinjau…

Indahnya berbagi 3 : Tetap menjadi sedekah walau penerima orang yang salah

Orang yang sedekah secara sembunyi-sembunyi / rahasia adalah tidak ingin dirinya sebagai pemberi diketahui oleh si penerima, cukup hanya Allah saja. Dalam post terdahulu terdapat kehebatan orang yang bersedekah secara sembunyi yakni akan dicintai Allah dan diberikan tambahan rahmatNya serta akan medapatkan perlindungan Allah dikala sudah tidak ada perlindungan pada hari kiamat kelak.

3 golongan orang yang dicintai Allah

Dalam hadist Qudsi dijelaskan mengenai 3 glongan orang yang dicintai Allah. Nabi Saw menyebutkan bahwa kepada orang itu Allah akan mengkhususkan dengan selalu menambahkan cinta dan rahmatNya. 3 golongan  orang itu adalah :

Seri Motivasi 20 : Sibuk, apa sih yang dicari ?

Saya mendapat tulisan ini dari Ustadz Ahmad Zainudin tidak secara langsung tetapi lewat media sosial. Tulisan ini sederhana namun memaparkan fakta tentang sisi kehidupan seseorang di zaman modern ini. Tulisannya sebagai berikut:

Makna menyatunya diri dengan Allah (Manunggaling Kawula Gusti)

Dalam konteks orang beriman, kesadaran Ilahiyah bahwa segala sesuatu termasuk dirinya Allah yang menciptakan dan kesadaran Rububiyah bahwa segala sesuatu termasuk dirinya, Allahlah yang memelihara dan berkuasa serta berkehendak atas segala sesuatunya menjadi suatu yang tertanam kuat. Dengan dua kesadaran ini, orang mukmin meyakini bahwa gerak dan perbuatan dirinya adalah murni berasal dari Allah.