Cerita Bosnia 28 : Ziarah ke makam Aulia di Tekija Blagaj Mostar

kolase tekke

Perjalanan kali ini ke Blagaj lebih banyak bernuansa religi dari wisata. Saya tahu sebelumnya kalau tempat itu adalah tempat orang suci atau aulia sufy utk melakukan dzikir dari tarekat Naqsabandiyah.

Berbekal itu kuat banget tekad saya kesana dan kebetulan ada tamu yg harus diantar menuju kesana. Rute perjalanan kesana adalah lewat Mostar dan disana kami sempatkan mampir utk melihat old bridge dan shalat di mesjid Koski Mehmet Pasha.

Saat di Mostar saya dan temen pengen banget ke dalam mesjid dan menaiki minaretnya cuma tertera disitu 6 euro saya pikir 2 kali utk masuk karena rombongan… akhirnya kita shalat dihalaman yang sudah disediakan..melihat kami selesai shalat penjaga mesjid menyapa…silahkan semuanya masuk ga usah bayar…seneng banget mendengarnya…rezeki anak shaleh…bener saja lewat mesjid dan halaman di pinggir sungai Neretva itu view old bridge pas banget…panteslah hrs bayar.

Setelah itu kami langsung jalan ke Blagaj…hanya 15 menit dari Mostar sebagai tujuan religi kita. Sesuai info Blagaj dahulunya adalah sebuah pemukiman pada masa Romawi hingga abad pertengahan masuk wilayah kerajaan Bosnia pada masa Stefan II dari dinasti Katromanic, diteruskan penerusnya hingga masuk Ottoman pada 1466.

Pengaruh Islam mulai masuk bersamaan dgn datangnya warga muslim ke kota ini dan hingga tahun 1835 muslim adalah mayoritas. Bukti mayoritas muslim adalah masih adanya 7 mesjid di kota ini termasuk madrasah pesantren, maktab baca tulis al quran dan penginapan atau musafirhana.

Wilayah ini kemudian jatuh dalam penguasaan Austro Hungarian dan dgn itu jumlah pemeluk katolik roma dan kristen ortodox juga bertambah melebihi penduduk muslim. Bukti masuknya kristen adalah gereja ortodox dibangun pada tahun 1893 dan gereja katolik pada tahin 1908

Setelah lewat kota Blagaj kita lsng ke Tekija sebuah tempat untuk dzikir seperti yg dilakukan oleh orang suci atau aulia 6 abad yang lalu yang letaknya sulit dijangkau berada di dasar jurang karang setinggi 200m. Nama orang suci tersebut adalah Muhammad Buchari Sari Saltuk.

Tempat dzikir aulia ini ditemukan pada masa Turki Usmani dan dilakukan renovasi sehingga nampak seperti saat ini. Tempat ini selain di jurang karang adalah juga sebagai sumber air dari sungai buna (Vrelo Bune) dengan airnya yg berwarna hijau emerald dan tentu jernih.

Memasuki Tekija berderet resto mengapit sungai Buna dan mata air yg keluar dari balik karang. Tiket tanda masuk adalah 5 km atau 2.5 euro. Pintu masuk awal adalah toko souvenir dan buku terkait Blagaj. Kami gak sabar ingin masuk ke tempat dzikir dalam bahasa Bosnia tekke itu.

Kami disambut imam yg baru selesai shalat asar berjamaah, namanya Sayyid, masih muda ganteng ramah dan seneng mendengar klo kami dari Indonesia…sy lsng bilang tarekat naqsabandi ada di Indonesia dan banyak pengikutnya..

Lantai pertama tekke adalah tempat shalat laki dan perempuan..kami lalu diantar ke lantai 2. Disitu ada makam orang suci Sari Saltuk dan muridnya dalam satu ruang. Tidak jauh dari itu kita diantar ke ruang minum teh dan kopi dengan view mata air bune…indah…

Di dinding ada lambang peti mati utk mengingat mati dgn 2 penjaga yaitu Al Quran dan hadist. Di plafon ada segi empat melambangkan Rasul SAW yg diapit 4 sahabatnya. Ilmu yang didapat dari penjelasan imam adalah bahwa ruang itu adalah tempat minum kopi itu adalah cerminan dunia dan sebagai bekal hidup didunia itu ada 2 penjaga yaitu Al Quran dan Hadist dan satu lagi mengingat mati

Lalu kami diajak ke ruang belajar disitu sambil dijelaskan mengenai tarekat yg lbh banyak silsilah spiritualnya lahir dari sahabat Abu bakar Asshidiq sementara tarekat yg lain melalui sahabat Ali bin Abu Thalib. Rujukannya tetap kepada Sheikh Abdul Qadir Jaelani hingga silsilah turunannya. Jadwal dzikir bersama masih berlangsung seminggu tiga kali utk pria sesudah isha dan wanita sesudah maghrib.

kami lalu bergeser ketempat shalat yg berada di pinggir mata air bune. Seneng jg denger penjelasan imam detail banget cerita..karena memang sepaham pengetahuannya dgn kami jd lancar ngobrolnya…kami juga di tunjukkan tempat hamam sebuah shower air hangat dan dingin dgn atap berupa ukiran bintang yg tembus cahaya warna warni.

Luar biasa Tekke dari Muhammad Buchari Sari Saltuk ini menemukan tempat yg hedamai dan indah ini. Diceritakan lbh lanjut tempat dzikir ini sepanjang sejarah juga telah mengalami beberapa kali renovasi termasuk deretan rumah disekitarnya . Tekija sendiri mulai diaktifkan di buka pada saat meninggalnya shaeik sejdo sehovic pada tahun 1925 hingga setelah perang dunia ke dua…kegiatan utk dizikir di tempat itu utk seluruh bosnia dilarang hingga tahu 1979.

Tekija kemudian di kelola oleh National Museum of Bosnia Herzegovina. Sejak tahun 1974 tempat ini diserahkan oleh komunitas muslim walau tdk mendpt dukungan pemerintah, mereka berupaya utk menjaga tempat ini dari kerusakan.

Tempat ini mjd tujuan ziarah bagi umat islam Bosnia terutama pada waktu maulid Nabi …tempat Tekke ini kemudian direkonstruksi dan fungsinya dikembalikan sebagai situs penting hingga tahun 2013.setelah sebelumnya mengatur bangunan sekitarnya dan pintu masuk Tekke ini sehingga seperti terlihat saat ini.

#wisatabosnia #jalanjalanbosnia #islamdibosnia

Demikian cerita semoga berkenan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.