Cerita Bosnia 38 : Main Gamelan di Sarajevo

Ini adalah pentas pertama saya dalam bermain gamelan di bagian acara 35th Sarajevo Winter Festival bulan februari ini yang diadakan di City hall gedung kebanggaan warga Sarajevo. KBRI menampilkan gamelan fesyen dan promosi kopi nusantara.

Buat saya beberapa kali di perwakilan sejak di chicago hingga Sarajevo ini, saya baru kesampain ikut main gamelan walau kali ini hanya sebatas pemain gong.

Awalnya saya takut memainkan instrumen ini karena bila telat atau salah pukul maka rusaklah orkestra seluruhnya.

Di KBRI Sarajevo staf terbatas utk diambil sebagai pemain terpaksalah harus turun tangan. Pilihan ada untuk main gong sementara yg lain butuh notasi dimana saya paling tidak bisa bacanya.

Latihan beberapa kali dan cara paling gampang ngekor ketukan tukang gendang. Jadilah saya hafal ketukan beberapa lagu dan siap untuk pentas.

Bermain gamelan buat saya berkesan mengingat sejarah gamelan yang digunakan sunan kalijaga sebagai dawah membesarkan Islam. Irama musik gamelan umumnya lembut dan mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang dianut pada umumnya oleh masyarakat Jawa.

Sebagai instrumen yg pernah menjadi media dawah itu banyak hal yg harus dipatuhi intinya dalam memainkannya, menjaga, merawat dan melestarikannya.

Kala itu gamelan dengan wayang adalah tontonan yg mampu menarik kawula muda saat itu dan untuk nonton gratis, karena bayarnya adalah mengucapkan kalimah sahadat dan dengan itu Islam bertambah pemeluknya dengan cara damai dan sukarela tanpa paksaan.

Banyak filosofi gamelan termasuk nama2nya seperti bonang adalah nama wali pembuatnya sunan Bonang lalu saron slentem gendang siter rebab dan gong. Nadanya juga sederhana beda dgn nada musik umumnya yakni pentatonik 1-5 sehingga mudah dimainkan.

Namun nada yang keluar dari gamelan berupa harmoni suara yang memberikan kedamaian dan ke tenangan di hati. Ada film tentang gamelan juga yakni beats of paradise walau ini tentang gamelan bali bahwa musik ini adalah alunan surga. Gamelan bali lebih dinamis dibanding gamelan jawa.

Karena itu tdk heran bila orang asing menggemari gamelan termasuk saat ini ada 100 perkumpulan gamelan di AS, di Eropa juga banyak di jumpai dan menjadikan musik ini sebagai asupan spiritual mereka.

Bangga juga melihat kemajuan gamelan yang sudah digemari orang asing di manca negara. Tambahan pula perangkat gamelan asli juga tersimpan di Field museum Chicago.

Demikian ceritanya semoga berkenan

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.