Cerita Bosnia 41 : Tarekat Naksabandiyah di Sarajevo

Sepintas melihat umat Islam Bosnia menjalankan agama tidak ada bedanya seperti negara yang sekuler. Napas Islam tidak muncul melalui wujud keshalihan secara fisik seperti pakaian banyaknya acara pengajian atau nasyid mengumandangkan lagu lagu religi yang semarak.

Kabarnya gaung islam bakal terasa saat ramadan dan inshaallah saya akan menjalani ramadan di Bosnia yang katanya meriah walau dari segi waktu merugikan karena jatuh pada summer dengan waktu buka jam 9 malam.

Setelah lama tinggal di Bosnia ternyata tidaklah demikian kegiatan sufi melalui tarekat Naksabandija justru lumayan mudah dijumpai dengan kebaradaan pusat tarekat atau disini disebut Tekija atau Tekke.

Salah satu Tekija Naksabandija atau Naksibendisjka Tekija yang besar di Sarajevo adalah yang berada pada Mesjid Sarac Ismailova yang baru saja saya kunjungi. Mesjid ini adalah yang tertua di Bosnia dan tarekat naksabandiya dikembangkan oleh šejh Halil Hulusi Nakšibendi el Bosnevi.

Penerus pimpinan tarekat naksabandija saat ini adalah Sejh Halil Brzina seorang mursyid yang berasal dari pensiunan militer dari brigade ke 7 Muslim angkatan darat dan berpengaruh dalam politik di Bosnia Herzegovina.

Pada saat mendampingi prof Sefiq Mughni utusan khusus Presiden RI untuk urusan antar agama kami telah diundang sejh Halil utk ikut berdzikir berdiskusi dan  dilanjutkan makan malam  dengan beliau di tekija naqsabandijah.

Menurut Sejh Halil dalam tradisi Turki dan masa Turki Usmani peran tokoh tarekat dan ulamanya selalu diperhitungkan dalam kekuasaan para sultannya kala itu. Dalam Perang Bosnia awal 1990-an, tarekat Naksyabandija menjadi salah satu jaringan organisasi militer Bosnia melawan militer Serbia dan Kroasia. Sejumlah syekh sufi menjadi komandan tentara dan jenderal termasuk dirinya.

Walau dalam masa komunis Yugoslavia kegiatan tarekat sulit mendapat tempat bahkan cenderung dilarang namun semangat sufi tetap berjalan. Menyikapi kuatnya komunis, selama kurang lebih 80 tahun tsb, kegiatan tarekat sudah tentu tidak muncul dipermukaan dan dilakukan secara sembunyi2 dan rahasia.

Sebagian mampu bertahan pada masa komunis dan mereka menemukan momentumnya bangkit setelah komunis runtuh hingga berkembang pesat hingga saat ini.

Ritual dzikir berlangsung di mesjid ba’da Isya dimana jamaah laki laki membentuk lingkaran dan sejh duduk di tempat imam bacaan sederhana diawali surat al Ikhlash lalu dzkir la ila ha illallah yang suaranya cukup menggetarkan kalbu karena di baca bersama, begitu juga shalawat saat dibaca nama nabi Muhammad tangan kanan mendekap dada.

Naqsabandiyah ini memang menggunakan pola lingkaran sesuai simbol dengan 18 bola dan huruf alif ditengah dan saat bacaan la ilaha illallah kepala bergerak ke kiri kekanan bersamaan dengan tertib. Lampu juga dimatikan separuh membuat suasana hening hanya dzikir yang terdengar dari jamaah.

Dzikir berlangsung 60 menit tak kuasa saya duduk lebih lama dan berganti ganti posisi karena tidak terbiasa. Sebelum dzikir diperkenalkan tamu kami Profesor Syafiq yang menyampaikan tujuan datang untuk bersilaturahmi sebagai sesama saudara Muslim dan Sejh Halil juga mendoakan bangsa Indonesia terutama umat Islamnya selalu mendapat berkah dan lindungan Allah.

Acara Dzikir di Mesjid Naksabandiyah ini berlangsung 3 kali seminggu dengan dzikir yang berbeda2 menggunakan qadiriyah khalwatiyah rifaiyah dan Tijaniyah, dzikir tetap dipimpin oleh Sjeh Halil.

Jumlah Tekija atau tekke di Bosnia saat ini mencapai 21 buah dan beberapa di luar negeri yang dikelola komunitas muslim di Eropa dan Amerika dengan jamaah dari semua profesi dalam masyarakat Bosnia saat ini.

Demikian ceritanya semoga berkenan

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.