Cerita Bosnia 43: Pertemuan Grand Mufti Bosnia Herzegovina dan Utusan Khusus Presiden RI urusan lintas agama

reis ulama

Pertemuan Grand Mufti Bosnia Herzegovina (B&H), Husein Kavazović, dengan koleganya utusan khusus presiden RI, Prof. Syefiq A. Mughni, yg berkunjung ke Sarajevo serasa pertemuan akrab sesama saudara muslim walau jarak memisahkan kedua negara sangatlah jauh.

Grand Mufti atau ketua Dewan Ulama B&H, memiliki tugas untuk mengatur kehidupan umat Islam yang saat ini mencapai  2,5 juta orang, tidak saja di B&H, namun ke komunitas Muslimnya di manca negara seperti Eropa, Amerika dan Australia.

Masalah besar bagi umat Islam yang dihadapi Bosnia adalah tekanan dari Eropa agar meninggalkan nilai nilai  dasar agama dan memutuskan hubungan dgn negara Islam terkait munculnya gambaran Islam saat ini yang penuh konflik dan jauh dari kesan perdamaian.

Muslim di Bosnia ada 2 kelompok, pertama muslim Asli dari etnis Bosniak dan Albaniak menyebar hingga ke Rusia. Kelompok ini bukanlah pemeluk Islam sejak awal melainkan pemeluk kristen sebelumnya.

Kelompok kedua adalah kelompok pendatang yang memang sudah Islam sejak dulu seperti masuknya orang Turki pada masa Turki Usmani ke Bosnia.

Ke dua kelompok ini saling bekerjasama dan berdaptasi yang memperkaya nilai nilai dasar Islam Bosnia yg sudah ada berabad-abad. Walau kemudian Bosnia dikuasai Austro-Hungarian kehidupan dan nilai-nilai Islam juga terjaga.

Pada masa komunis, kehidupan beragama tidak saja Islam mendapat tekanan cukup berat hingga 80 tahun lamanya. Kehidupan beragama kembali gairah sejak runtuhnya komunis dan sayangnya terjadi perang Bosnia di awal 1990-an.

Pasca perang masalah lain muncul adanya paham ekstrim yg datang dari timur tengah dengan dalih pembaharuan Islam dan hal ini membawa pengaruh dan memecah belah. Islam karena membawa hal hal yg tdk cocok dipraktekan di masyarakat.

Reis ul-Ulema komunitas muslim B&H, memiliki dewan agung, perwakilan di parlemen yang diberikan hak untuk menentukan peraturan di tingkat bawahnya, yaitu: imam dan mufti2 memimpin jamaah mesjid komunitas muslim di beberapa wilayah B&H.

Grand mufty memiliki sekolah atau mengisi pelajaran Islam di sekolah negeri dan menetapkan kompetensi seseorang lulus sekolah untuk menjadi imam atau mufti. Komunitas Islam B&H juga memiliki perpustakaan sendiri “biblioteka” di dekat Masjid Begova yg sangat authentic berisi literatur Islam penerbitan khusus dgn bhs bosnia, majalah, tabloid dan surat kabar media elektronik. Bagian dari Komunutas Islam Bosnia.

Grand Mufti dan utusan Presiden setuju untuk lebih meningkatkan kecerdasan umat melalui pendidikan untuk menangkal paham ekstrim dan radikal. Dan Indonesia menawarkan 10 beasiswa bagi warga B&H untuk belajar ke Indonesia dalam rangka memperkuat people to people contact antara kedua negara.

Wallahu alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.