
Galau saat ini banyak melanda dengan refleksi seperti menghadapi ketidak pastian ragu ragu termasuk didalamnya kesedihan akibat hilangnya sesuatu atau orang yang di cintai atau rasa kecewa karena keinginan yang tak kunjung diraih atau menemui sesuatu yang tidak sesuai seperti yang direncanakan adalah hal-hal yang mendasari mengapa galau terjadi.
Bagi orang muslim apalagi yang beriman galau dapat mengikis keimanan berupa hilangnya keyakinan kepada Allah atas sifat Rububiyah yaitu sebagai Tuhan pemelihara kelangsungan hidup atas segala sesuatunya termasuk sebagai penjamin rezeki dan jodoh sebagai wujud takdirnya atas makhluk.
Bila galau terjadi ada 3 pertanyaan yang disampaikan ahli sufi Ibrahim bin Adham kala menjumpai muridnya galau dengan melontarkan 3 pertanyaan di bawah ini dan menyatakan bahwa galau tidak seharusnya terjadi kepada semua Muslim yang beriman yaitu :
1. Semua yang terjadi tidak ada yang luput dari ilmu dan kehendak Allah SWT
Perhatikan semua kejadian yang terjadi atas makhluk atau peristiwa alam yang menimpa di alam dan seisinya adakah yang lepas atau luput dari ilmu dan kehendak Allah? Coba jawab pertanyaan itu bisakah suatu kejadian itu bergeser atau tertunda.
Sebagai Muslim yang beriman bila menghadapi segala sesuatu akan melihatnya sebagai kebesaran Allah menyaksikan bagaimana hal terjadi itu adalah refleksi dari luasnya ilmu Allah dan wujud kekuasaan dan kehendakNya semata. Diri akan semakin kecil dan tidak memaksakan diri untuk larut dalam ego atas segala kejadian yang menimpa diri.
Jawaban dari pertanyaan ini untuk mengatasi galau seperti ini adalah mohonkan terus agar bimbingan dan rahmat Allah agar terus menyertai kita.
2. Semua Makhluk sudah dijamin rezekinya
Galau karena kekuatiran tidak ada rezeki sering melanda manusia menyebabkan dirinya tidak yakin kalau rezeki itu sudah ada penjaminnya. Lebih parah lagi akhirnya bergantung kepada keyakinan bahwa rezeki itu datangnya dari manusia atau hal lain. Bila ini terjadi wajar bila rezeki Allah sukar di raih karena Allah di duakan.
Padahal sebagai Muslim harus yakin kala rezeki itu datang atas makhluk apakah waktunya tergeser atau tertunda datangnya, tentu tidak . Bila sudah pas waktunya rezeki itu datang bila tidak dikejar kejar sekalipun belum tentu akan menghampiri.
Bagi seorang muslim yang yakin atas rezeki Allah akan berkata bahwa dirinya tidak tau dimana rezekinya berada, namun rezekinya tau dimana dia berada.
Jawaban untuk pertanyaan ini untuk mengatasi galau terkait ini adalah tetaplah bekerja dan berusaha sambil terus berdoa dan tawakal.
3. Kematian sudah ditetapkan atas makhluknya
Sayangnya galau terkait kematian ini banyak tidak dihiraukan, padahal perkara yang amat dekat dan pasti datangnya. Bisakah kematian ini tergeser atau tertunda, tentu tidak karena semua manusia akan menemui ajalnya suatu waktu.
Sebagai seorang Muslim perhatian kearah ini haruslah besar untuk mengingat mati sehingga akan menjadi pengingat kala untuk terus bermaksiat dan berbuat dosa.
Karena galau untuk kematian ini rahasia Allah dan sebuah misteri karena itu langkah utama mengatasi ini teruslah mencari bekal untuk akhirat dengan memperbanyak amal sholeh.
Perlu diingat juga kalau amal sholeh saja juga tidak menjamin masuknya seorang kedalam surga karena yang menuntun orang ke surga lebih karena rahmat dan ridho Allah kepada Hambanya. Rahasi semua ini adalah tingkatkan ikhlas dalam setiap melakukan amal shaleh.
Wallahu a’lam
Leave a comment