Cerita Bosnia 47 : Mengakhirkan waktu shalat subuh untuk berjamaah

20190201_054804

Ingat posting saya sebelumnya kala shalat shubuh datang kecepatan ke mesjid. Ya betul kala itu waktu subuh di Sarajevo jam 5.20 saya datang ke mesjid jam segitu eh di bilang kecepatan dan masih di gembok. Ternyata mereka sengaja mengakhirkan waktu shalat subuh sekaligus kumandang azannya 1 jam lebih lambat menjadi jam 6.20 untuk kepentingan berjamaah.

Buat saya yang dari Indonesia, waktu subuh dan azannya ya sesuai jadwal shalat tidak bisa diakhirkan demikian. jadi aneh saja pada awalnya.

Di Sarajevo saya shalat subuh di Mesjid Jordan berlokasi di Grbavica, berjarak hampir 1 km dari rumah dan saya berkendara karena kala itu musim dingin. Jumlah yang shalat berjamaah juga lumayan hingga 2 shaf. Mereka senang dengan pengaturan waktu shalat dari pihak mesjid tersebut dengan mengakhirkan waktu shalat subuh seperti ini.

Beberapa pendapat yang dikumpulkan adalah kata mereka pertama memberi waktu istrirahat tubuh lebih banyak pada malam hari, kedua memberikan keringanan buat mereka untuk persiapan terkait jauh jarak dari rumah ke mesjid dan ketiga tidak menunggu waktu lama untuk segera menunaikan kewajiban bekerja, tidak terdorong untuk tidur ,  dalam hati betul juga ya….

Langsung saja saya berusaha cari dalilnya tentang mengakhirkan waktu shubuh yang demikian, mengingat pendapat ulama bahwa yang afhdol shalat fardhu itu adalah awal waktu, itu yang saya yakini selama ini.

Kemudian saya dapat pendapat ulama lainnya yang setuju dengan mengakhirkan shalat subuh seperti pendapat Imam Malik dalam riwayat lain dan Al Baji, ulama mazhab Maliki yang lain, yang tertuang dalam kitab Mawahib Al Jalil.

” Dan dinukil oleh Ibnu Arafah, dan beliau memilih sanad dari Malik bahwa mengerjakan sholat secara berjemaah di akhir waktu lebih afdhal, dari pada mengerjakannya sendirian di awal waktu. Dan ini yang ditegaskan Al Baji dalam Al Muntaqa.”

 Rasul Saw sendiri memperbolehkan mengakhirkan shalat subuh sampai waktunya yang terakhir, yaitu sebelum terbit matahari sesuai sabdanya:

Waktu shalat subuh di mulai ketika datang fajar (subuh), selama matahari belum terbit (HR Muslim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.