Cerita Bosnia 48 : Zenica kota terbesar ke 3 di Bosnia Herzegovina

zenica

Entah sudah yang keberapa kali saya hanya lewat di kota ini. Kelewatan karena kota ini berada di simpang satunya ke arah kota besar kedua Banjaluka dan arah lainnya ke spot wisata utama Travnik dan Jajce.

Dari Sarajevo ke kota ini hanya 70 km di tempuh lebih cepat kurang dari 1 jam karena sudah tol semua. Memasuki kota ini ditandai dengan memasuki terowongan Pecuj menembus gunung dengan panjang lumayan 1.2 km yang dibangun tahun 2016.

Zenica yang merupakan ibukota dari Kanton Zenica Doboj berpenduduk 170 rb jiwa itu, ditandai dengan lanscapenya yang datar memanjang semua bangunan berada di tepi sungai Bosna berjajar rapi dan dikelilingi pegunungan tinggi. Seperti umumnya kota di Bosnia, Zenica memiliki kota tua dan kota baru dengan gedung gedung modernnya.

Dari sejarahnya kota ini berdiri pada 20 maret 1436 sebagai kota penting bagian dari kerajaan Bosnia yang didirikan pada masa Kulin ban abad 12.

Bukti peninggalan kerajaan Bosnia di jumpai pada benteng vranduk yang dibangun tahun 1410 pada masa raja Stjeppan dari dinasti Katromanic yang berada 10 km di luar Zenica. Disana ditemukan simbol dan artefak peninggalan kerajaan Bosnia yang masih terjaga.

Pada masa Turki Usmani sejak abad 15 kota ini tidak begitu diperhatikan karena Turki Usmani lebih fokus ke Travnik dan Sarajevo.

Baru pada akhir abad 19 pada masa Austro Hungaria kota ini berkembang pesat dengan dibangunnya jalan kereta dan beberapa industri seperti baja batubara dan kertas. Penduduk juga bertambah dan gereja orthodox dibangun tahun 1882 synagogue 1903 dan katedral 1910.

Sebutan sebagai kota industri ini juga tidak selamanya baik, dampak buruk industri baja dan batubara berakibat jelek pada lingkungan. Zenica ini pernah disebut sebagai kota paling polusi di Eropa.

Dalam kunjungan ke Zenica menggunakan bis bersama teman teman kantor disamping melakukan pertemuan dan menikmati makan siang di restoran Dubrovnik adalah berjalan menyusuri sungai. Sungai menjadi sentral atraksi dengan jembatan dimana semuanya terlihat rapi dan nyaman bagi pejalan kaki.

Begitu juga saya mencoba melihat di bawah jembatan juga tertata rapi dan bersih ada beberapa lukisan gravity menarik. Kurangnya hanya banyak bekas ranting tersangkut terbawa karena sungai pasang beberapa hari sebelumnya cukup mengganggu pandangan.

Menyebrangi jembatan, kami menjumpai wahana permainan anak anak yang ramai, berada di halaman mal. Kebetulan cuaca juga sangat bersahabat sekitar 20 derajat dan semua orang keluar setelah lepas dari kungkungan musim dingin beberapa bulan sebelumnya.

Demikian ceritanya semoga berkenan

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.