Cerita Bosnia 55 : Kulin Ban Charter naskah tertua Free Trade Agreement Kerajaan Bosnia 1189

kulin ban

Dua koleksi unggulan dari Museum Nasional Bosnia Herzegoina adalah Kulin Ban Charter dan Sarajevo Hagadah yang sudah lama telah menarik perhatian saya.

Untuk awal ini saya lebih suka bercerita soal Kulin ban Charter sebagai dokumen sejarah tertulis yang ada. Dan segera saya mengunjungi Museum Nasional Bosnia Herzegovina untuk mendapati dimana naskah Kulin ban Charter berada.

Kulin ban adalah bukti sejarah yang sangat berharga terkait diplomasi dari kerajaan Bosnia dan bersama Hagadah Sarajevo, sebuah naskah beriluminasi yang juga dikenal sebagai dokumen Yahudi Sefardi tertua di dunia yang dikeluarkan di Barcelona sekitar tahun 1350, disimpan di museum ini.

Didalam Museum, Hagadah mendapat ruangan khusus berkaca sedangkan kulin ban cukup sulit mencarinya karena bercampur dengan aneka naskah cap seal dan logo dari kerajaan Bosnia dan naskah berharga ini tersimpan dalam lemari kaca.

Sejarah Kulin ban Charter

Kulin ban charter adalah Free Trade Agreement tertulis yang tertua yang pernah ada antara Dubrovnik dan kerajaaan Bosnia Herzegovina.

Charter dikeluarkan raja Kulin Ban Bosnia (1180-1204) dan ditanda tangani oleh para pihak yakni Kulin ban dan mitranya Gervasiun Krvas dari Dubrovnik pada tanggal 29 Agustus 1189.

Dalam kaidah perjanjian Kulin ban charter juga menghormati penggunaan bahasa para pihak dan bahasa yang digunakan harus dipahami keduanya yakni bahasa Cirilik untuk kerajaan Bosnia dan latin digunakan oleh Dubrovnik.

Hubungan perdagangan antara Dubrovnik dan kerajaan Bosnia Herzegovina pada masa itu sangat intens terkait dengan posisi kunci Dubrovnik sebagai bangsa berdaulat kala itu yang sudah mampu melakukan hubungan diplomasi dengan bagsa bangsa di mediterania utamanya dengan konstantinopel pada masa dinasti byzantium.

Begitu pula kerajaan Bosnia pada masa Kulin ban ini mencatat masa keemasan dan disegani diantara kerajaan besar di eropa lainnya.

Bila kita explore kondisi geografis bahwa Dubrovnik memiliki posisi strategis berada di tepi laut adriatik memiliki fasilitas pelabuhan dan benteng yang konstruksinya tercanggih pada masa itu untuk melindungi bangsanya.

Dubrovnik menjadi bangsa merdeka walau pergulatan kekuasaan terjadi di sekitar wilayah ini dari Bizantium, kerajaan Bosnia yg berada pada era keemasan pada masa kulin ban ini hingga bebeberapa raja sesudahnya nya seperti Stjefan dari dinasti Katromanic dan Trvko I dan II hingga berakhir awal abad15.

Pada abad 15 kekuasaan Turki Usmani merambah ke wilayah Bosnia Herzegovina hingga 4 abad dan masuk kemudian Austro Hungaria pada akhir abad 19. Anehnya semua penggantian kekuasaan di Bosnia Herzegovina tidak ada yang mampu menguasai Dubrovnik.

Malahan di setiap kekuasaan yang berganti itu alih alih Dubrovnik mampu melepaskan diri dan mampu memainkan diplomasinya tidak sebagai bangsa terjajah melainkan sebagai mitra penting dalam hubungan perdagangan seperti dalam kulin ban charter itu.

Wilayah Dubrovnik sangat dekat dengan Bosnia Herzegovina pada masa Kulin Ban yang pusat kerajaannya berada di Bosnia Tengah saat ini berjarak 150 km. Lalu lintas orang dan barang cukup ramai kala itu antara dua wilayah dan karena itu memerlukan pengaturan tersendiri yang tertuang dalam kulin ban charter.

Isi Kulin ban charter

Seperti FTA yang kita pahami FTA dilakukan untuk mendorong perdagangan antara kedua wilayah dapat berjalan lancar dengan pengaturan tarif bea masuk 0 persen termasuk pemberian fasilitas lainnya yang mendukung seperti perlindungan dan asuransi atau jaminan barang kala memasuki dan lewat di masing masing wilayah.

Pengertian serupa itu sudah dipahami oleh para pihak Dubrovnik dan kerajaaan Bosnia seperti pengertian diatas. Lewat kulin ban charter ini bangsa dubrovnik memiliki Free Trade Agreement di seluruh wilayah Bosnia. Dan kerajaan Bosnia juga menikmati Free trade saat berdagang di Dubrovnik.

Cakupan Kulin ban charter ini disamping pengaturan free trade dengan bebas pajaknya ternyata juga mencakup pengaturan yang lebih luas seperti jaminan keamanan dan konpensasi kalau ada kerugian dalam pengiriman barang serta menjadikan kedua wilayah menjadi hub bagi satu sama lainnya untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Terkait kerjasama perdagangan yang mengatur kedua wilayah sebagai hub itu, Kerajaan Bosnia menggunakan Dubrotnik untuk Bosnia memasuki wikayah mediterania hingga konstantinopel atau sekarang ini Istambul dan Dubrovnik menjadikan Bosnia utk memasuki wilayah daratan eropa.

Dari pengaturan ini kaidah FTA modern saat ini yang digunakan sudah tercermin dengan baik 10 abad yang lalu lewat kulin ban charter dan itu terjadi di Bosnia Herzegovina dan Dubrovnik yang dokumennya masih tersimpan dengan baik.

Charter ini menjadi rebutan antara Rusia dan Bosnia Herzegovina. Charter yg asli saat ini disimpan pemerintah Rusia dan hanya copynya yang tersimpan di Museum Bosnia Herzegovina. Pemerintah Rusia menginginkan charter ini untuk bukti terkait asal usul bangsa Rusia yang berasal dari Slaviks.

Demikian ceritanya semoga berkenan

Wallahu a’lam

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.