Kondisi terkini fasilitas menaiki Jabbal Nur menuju Gua Hira

Saat ada program ke Gua Hira terbersit suatu perjalanan trekking menaiiki jabbal nur dengan medan yang sangat sulit dan ramai sekali jamaah. Foto foto terkait jammah yang sudah mengunjungi gua tersebut menyebutkan kalau perjalanan untuk mencapainya adalah sangat melelahkan.

Pada liburan natal tanggal 25 Desember kami bersama jamaah dari Riyadh berkesempatan untuk mengunjungi jabbal Nur. Dalam program disebutkan bahw kunjungan ke Jabbal Nur hanya mengunjungi museum wahyu saja, tidak naik menuju gua Hira. Namun setelah melihat sepintas adanya pembangunan trekking yang landai menggunakan anak tangga menuju jabbal Nur, muncul keinginan untuk mencoba menaiiki Jabbal Nur tersebut. Tentunya kembali kobarkan niat untuk mengikuti jejak Nabi SAW saat menerima wahyu di tempat beliau berkhlawat di gua Hira untuk menerima wahyu.

Semangat di coba kita kumpulkan dengan melihat jamaah lain yang ada sudah tua namun masih begitu semangat menaiiki ukit jabbal Nur. Masak sih kita yang lebih muda tidak memiliki semangat untuk mengunjungi Gua Hira. Trek awal menaiiki jabbal Nur adalah landai ada pilhan menggunakan anak tangga. Trek awal ini dapat dilalui kendaraan menuju keatas. Terlihat amu tamu penting menggunakan fasilitas kendaraan untuk mencapai separuh perjalanan menaiki Trek Jabbal Nur.

Trek Kedua perjalanan sudah butuh usaha lebih terlihat anak tangga yang berliku2 menuju puncak jabbal Nur. Semua trekking berupa anak tangga dengan perlindungan pagar besi yang melindungi jamaah tidak terhempas ke jurang. Titian anak tangga ini jga penting fungsiny untuk menopang tubuh dalam berjalan menaiki anak tangga yang cukup curam. Perjalanan menuju puncak Jabbal Nur ini ditempuh sekitar 1 jam.

Setelah sampai di puncak ternayata gua Hira berada di bawah tebing tersembunyi dan alhamduilah sudah ada tangga untuk menuruninya. Setelah turun posisi kita berada di balik bukit dimana gua hira berada. Untuk mencapainya ada 2 cara lewat punggung bukit dan yang kedua melalui gua kecil menuju Gua Hira. Lewat punggung bukit butuh keberanian untuk melaluinya di banding melewati gua kecil. Hanya saja gua keci menuju gua hira hanya pas dibadan sehingga butuh badan meliuk liuk sehingga dapat melewatinya.

Tiba didepan pintu Gua Hira juga sulit karena sudah berjejal jamaah menunggu giliran untuk sekedar shalat dan berdoa didalamnya. Saya mengurungkan tidak ikut berdesakan dan kembali turun dari Jabbal Nur tersebut.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.