Dalam pembahasan agama, bab pengelolaan uang dianggap bukan suatu yang penting karena asosiasi uang adalah terkait dengan urusan keduaniaan, sehingga pengetahuan hal tersebut kurang menjadi perhatian di kalangan umat. Padahal, pengetahuan terkait dengan pengelolaan keuangan ini sangat penting untuk menjadikan uang itu nantinya sebagai bekal dalam beribadah. Dengan memahami bagaimana cara mengelola keuangan dengan bijak, kita dapat memastikan bahwa kebutuhan hidup kita terpenuhi tanpa harus berhutang atau terjebak dalam masalah finansial.
Selain itu, pengetahuan bagi setiap muslim akan pengelolaan keuangan ini akan meningkatkan kemampuan kemampuan finansial umat Islam secara lebih besar dengan asumsi apabila keuangan kita sudah berlebih, kita dapat menggunakannya untuk membantu masyarakat dan orang lain yang membutuhkan, seperti menyumbang pada kegiatan sosial, pendidikan, atau kesehatan. Dengan cara ini, uang yang kita kelola tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga menjadi sarana untuk berbuat baik dan berbagi di tengah komunitas. Sebuah pengelolaan keuangan yang baik akan membantu kita menciptakan keseimbangan, yang mana kita tidak hanya memikirkan kebutuhan pribadi, tetapi juga peran kita dalam memperbaiki kondisi sosial di sekitar kita.
Salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang utama adalah bagaimana seseorang itu dapat menabung atau menyisihkan uangnya untuk dikumpulkan dengan tujuan untuk mendapatkan hal yang dibutuhkan hidupnya seperti rumah, kendaraan, atau sekedar untuk menginvestasikan uangnya sehingga uangnya dapat berlipat ganda. Penghasilannya tidak selalu habis melalui pengeluarannya yang terus bertambah, namun dapat dikelola dengan bijak. Dalam proses menabung, penting untuk menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan realistis, sehingga seseorang memiliki motivasi untuk terus menabung. Dengan merencanakan anggaran bulanan dan memprioritaskan pengeluaran, individu dapat lebih mudah mengidentifikasi area di mana mereka dapat menghemat uang. Selain itu, mempertimbangkan berbagai instrumen investasi, seperti reksa dana atau saham, juga bisa membantu meningkatkan kekayaan secara signifikan. Oleh karena itu, berikut ini beberapa panduan untuk dapat mengelola keuangan sebagai berikut:
1. Nabung di awal.
Nabung di awal maksudnya adalah menyisihkan bagian tabungan di awal kita menerima penghasilan, bukan di akhir. Mengapa ini penting? Karena bila di akhir menunggu ada sisa, tidak akan mungkin ada melainkan pasti akan habis. Untuk besaran menabung di awal, tiap orang berbeda-beda, namun mulailah menabung walau dari yang kecil, karena prinsipnya adalah konsistensi. Porsinya bisa 20 sampai 30% adalah jumlah yang ideal, dan dengan cara ini, kita dapat membangun kebiasaan menabung yang baik, yang pada gilirannya dapat membantu kita mencapai tujuan keuangan jangka panjang kita.
2. Tetapkan tujuan dan motivasi menabung.
Bila menabung ada tujuannya, sudah tentu akan memotivasi kita untuk rajin menyisihkan uang. Misalnya, kita bisa menabung untuk bekal pensiun yang nyaman atau membeli rumah impian kita, atau hal besar lainnya yang memiliki nilai jangka panjang. Walau saat ini sudah banyak cicilan atau tawaran berhutang untuk mendapatkan misalnya rumah atau kendaraan, dengan menabung akan lebih baik sehingga kita tidak terbebani oleh hutang yang menjadi beban penghasilan kita. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, kita juga dapat memantau perkembangan tabungan kita dan merasakan pencapaian setiap kali kita mendekati tujuan tersebut.
3. Berusaha hidup hemat dan sederhana.
Untuk mendapatkan tabungan yang besar selain konsisten menyisihkan uang adalah merubah gaya hidup menjadi lebih hemat dan sederhana. Dalam kaitan ini mulai teliti pengeluaran dari bulan ke bulan, mulai hentikan pengeluaran yang tidak perlu dan fokus pada kebutuhan bukan kepada keinginan. Keinginan akan mendorong kita konsumtif padahal belanja barangnya juga tidak perlu perlu amat. Terkait dengan hidup sederhana dapat mencontoh Baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda bahwa kesederhanaan adalah bagian dari iman. Nabi Muhammad tidak saja berkata kata saja melainkan dengan contoh teladan hidup beliau, yang mana menunjukkan betapa pentingnya hidup sederhana untuk mencapai kebahagiaan sejati. Makanya tidak heran bahasan hadist bisa dikatakan sebagain besar mengajarkan kepada kesederhanaan, yang mencerminkan kepribadian yang tinggi dan sikap yang penuh rasa syukur. Mari kita contoh sikap ini dalam kehidupan sehari-hari agar bisa hidup lebih bermakna dan membantu sesama.
4. Mampu memutarkan uang dari penghasilan
Dengan memutarkan uang maka penghasilan tidak terus berkurang namun bertambah dengan berbagai usaha, baik dari sektor usaha kecil maupun menengah, sehingga tambahan di peroleh dengan cara yang efektif dan efisien, yang pada akhirnya membantu meningkatkan kestabilan keuangan. Uang yang ditabungkan dapat semakin besar dan dapat digunakan untuk investasi di masa depan. Beberapa usaha yang dapat dilakukan misalnya membuka toko sembako kebutuhan warga, yang menyediakan barang-barang penting di lingkungan sekitar, membuka kos kosan sebagai solusi hunian bagi mahasiswa atau pekerja, membuka jasa pendidikan dan keterampilan untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat, atau membelanjakan di investasi emas atau saham yang dikenal memiliki nilai yang cenderung meningkat seiring waktu. Sebagian besar usaha akan lebih baik untuk diversifikasi, sehingga bisa ada usaha yang gagal dapat ditanggulangi dengan yang lain, menciptakan jaring pengaman finansial yang kuat dan berkelanjutan.
5. Hindari berhutang atau melakukan cicilan atau biaya berlangganan lainnya yang menjadi beban penghasilan.
Saat ini menjadi pemandangan umum bila penghasilan langsung habis untuk membayar cicilan hutang atau biaya cicilan lainnya. Muali untuk tertib tidak melayani segala jebis hutang untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Tetapkan komitmen kuat bila ingin sesuatu, kumpulkan uang lebih dulu. Dengan cara ini, kita dapat menghindari jebakan utang yang berkepanjangan. Pelan-pelan lunasi hutang dari yang kecil, lalu putuskan layanan jasa yang tidak penting sehingga pengeluaran dapat berkurang secara signifikan. Mengatur keuangan dengan lebih bijak adalah langkah penting untuk mencapai kebebasan finansial. Membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi untuk masa depan juga perlu dipertimbangkan agar kita tidak terjebak dalam siklus utang yang merugikan.
6. Memperoleh pasangan hidup yang sejalan dengan semangat menabung.
Ini berlaku untuk seseorang yang belum menemukan pasangan hidup, sehingga penting untuk teliti melihat sifat pasangannya dalam mengelola keuangan. Sebab, akan percuma bila kitanya hemat namun pasangan kita memiliki sifatnya sebaliknya yang boros dan tidak peduli pada pentingnya pengelolaan keuangan. Hal ini dapat menyebabkan konflik yang tidak perlu dalam hubungan. Bagi yang sudah terlanjur terikat dalam hubungan, masih dapat diupayakan untuk mencari komitmen bersama dalam aspek ini agar budaya menabung dapat menjadi gaya hidup keluarga yang harmonis dan sejahtera bersama, di mana kedua belah pihak saling mendukung untuk mencapai tujuan keuangan yang telah disepakati.
7. Menabung untuk akhirat
Sedekah adalah upaya untuk menabung bagian kita untuk di akhirat. Untuk bersedekah, jangan menunggu kaya atau ada uang sisa; sebaliknya, perhatikan bahwa memberikan sedekah merupakan bagian penting dari pengelolaan finansial kita. Oleh karena itu, tetaplah bersedekah di awal. Saat memiliki penghasilan, segera sisihkan 2,5% sebagai bagian tabungan kita di akhirat. Dengan cara ini, kita tidak hanya menjaga niat baik, tetapi juga berlatih disiplin dalam pengelolaan keuangan. Mengapa harus di awal? Ya, karena jika kita menunggu sisa, ada kemungkinan besar tidak ada lagi yang disedekahkan. Sifat manusia yang konsumtif seringkali membuat kita menggunakan semua pemasukan tanpa menyisakan untuk beramal. Ini juga bisa menjadi pengingat bahwa dengan bersedekah, kita memberikan dampak positif bagi orang lain dan berkontribusi terhadap kebaikan dalam masyarakat, sehingga memperkuat ikatan sosial kita. Selain itu, sedekah yang kita berikan dapat menjadi motivasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama, menciptakan gelombang kebaikan yang tak terduga.
Wallahu a’lam
Leave a comment