Doa terhindar dari kesesatan, kebodohan dan kezaliman kala keluar rumah

ala kita keluar rumah membaca doa “BismiLlaahi tawakkaltu ‘alAllaah, laa hawla wa laa quwwata illaa biLlaah ada baiknya membaca doa tambahan agar diri kita terhindar dari kesesatan dan disesatkan, tergelincir dan digelincirkan, zalim dan dizalimi dan bodoh dan dibodohi dalam melangkah.

Doa Nabi Ibrahim untuk kepasrahan dan tawakal kepada Allah

Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya, الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan…

Doa agar terhindar dari hutang, kemalasan dan ketidakberdayaan

Doanya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada Mu dari keraguan, kesedihan, ketidak mampuan, malas, kikir, pengecut, kecenderungan untuk berhutang dan tertaklukan oleh musuh. Doa ini berasal dari hadist yang diceritakan Anas bin Malik yang diminta Nabi Saw untuk membantunya dalam pekerjaannya.  Karena kala itu Anas selalu menyertai Nabi dan kerap mendengar apa diucapkan Nabi Saw…

Doa Nabi Yunus AS : Doa mohon keluar dari musibah

Doa Nabi Yunus Dalam Perut Ikan Nun لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin Doa ini terdapat dalam surat Al Anbiya ayat 87 sebagai berikut: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak…

Doa agar hati tidak bolak balik

Dan beliau berdo’a: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ “YAA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QULUUBANAA ‘ALAA DIINIK (Wahai Dzat yang membulak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu).

Doa mohon kelapangan hati

Artinya: “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 27)