Pemuda Safi’i dan buah apel

Alkisah ada seorang pemuda yang pergi menuntut ilmu. Di tengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. Saat meminum airnya. terlihat sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. Setelah tergigit apel itu, tersadar dirinya dan  berkata “Astagfirullah”.

Butuh Nyali dan Ingatan kuat bila berbohong

Buya Hamka menyampaikan bahwa perbuatan bohong butuh beberapa syarat agar berhasil dalam berbohong : 1. Orang itu harus memiliki mental baja, berani, tegas dan tidak ragu-ragu untuk berbohong 2. Tidak pelupa akan kebohongan yang diucapkannya 3. Harus menyiapkan bahan-bahan perkataan bohong untuk melindungi kebenaran bohongnya yang pertama.

Siasat politik sahabat nabi: Bohong tetapi tidak berbohong

Sering dikatakan dalam dunia politik sangat sulit untuk menghindari kebohongan. Bohong menjadi hal yang lumrah dilakukan seperti mengingkari janji janji yang harus dipenuhi saat seseorang terpilih kepada konstituennya. Bohong adalah perbuatan dosa dan Tuhan tidak menyukai orang berbohong. Namun demikian berbohong untuk tujuan baik masih diperkenankan. Berikut ini terdapat suatu kisah yang dapat di ceritakan…

Jujur membawa hidup tanpa beban

Jujur adalah perkara hati. Setiap diri sebenarnya sudah ditanamkan oleh Tuhan perihal kejujuran ini, namun diri manusia sendirilah yang mengingkarinya. Lihatlah anak kecil yang dirinya belum dipenuhi nafsu, mudah baginya untuk bicara jujur.