Siapa berolok akan diserupakan dengan yang dioloknya

Ungkapan itu ada dalam Alquran dalam surat Al Hujurat. Hati-hati dalam berolok-olok karena yang berolok-olok niscaya akan diserupakan dengan yang dioloknya. Dan yang mengolok tidaklah lebih baik dari yang diolok. Ada kisah diri mengenai hal itu sebagai berikut:

Cara menghadirkan hati dalam shalat menurut Al Gazali

Mengucapkan hal ini adalah mudah, namun melaksanakannya adalah amat sulit. Hal ini terkait lemahnya kemampuan diri dalam mengontrol pikiran yang mengembara kemana-mana, mondar mandir dikala melaksanakan shalat.

Sikap batin dalam shalat menurut Gazali

Sikap lahir dengan adanya pemahaman mengenai tata cara dan gerakan shalat yang sesuai dengan tuntunan hampir sebagain besar sudah dipahami. Namun demikian perlu diketahui beberapa hal terkait sikap batin dalam melaksanakan shalat.

Makna al Fatihah dalam shalat

Al Fatihah adalah surat yang paling banyak dibaca, terkait wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat. Sehingga seorang Muslim paling tidak membaca 17 kali dalam shalat 5 waktunya sehari semalam.

Isra Mi’raj: tawar menawar soal bilangan shalat

Dalam post sebelumnya dikisahkan bagaimana Nabi saw melakukan tawar menawar untuk menggandakan pahala kebaikan bagi umatnya, kali ini Nabi saw tawar menawar untuk bilangan dalam shalat sehari semalam juga bagi umatnya.

Kesempurnaan cara shalat Hatim Al Asham

Suatu ketika Isham bin Yusuf mendatangi Hatim Al Asham untuk mengajaknya berdebat. Berkatalah ia kepada Hatim : Wahai, Abu Abdurrahman (Panggilan Hatim), Bagaimana kamu mengerjakan shalat?