Cermin hidup dan bagaimana aplikasinya dalam melihat cela diri

Pengertian Cermin Hidup Sesungguhnya setiap diri itu memiliki cermin hidup (Mir’atul Hayai). Melalu cermin itu seseorang dapat melihat lingkungannya yaitu  orang lain dengan segala gerak dan perbuatannya. Segala kebaikan dan kemungkaran yang dilakukan mereka dapat pula menjadi cermin. Cermin juga dapat digunakan sebagai cermin untuk diri yakni untuk melihat gerak dan perbuatan, keberhasilan dan kegagalan…

30 sifat manusia dalam Al Quran

Manusia diciptakan Allah adalah sebaik-baiknya bentuk dan kepadanya telah dihiasi aneka kebaikan di dalam dirinya. Perkara tampilnya manusia sebaliknya adalah karena kelemahan diri dan aneka godaan dari luar yang tidak dapat dihadapinya sehingga dirinya cenderung atau memperturutkan hawa nafsunya. 

5 bagian nyata dan 5 tersembunyi dari akal

Allah menganugerahkan ilmu dan rahasia terkait akal yang tiada habisnya untuk dibahas. Begitu juga saat membicarakan soal akal dan bagian-bagiannya selalu menarik perhatian.

Begini caranya untuk mudah masuk surga

Masih ingat kisah hikmah, seorang yang membunuh 100 orang yang kemudian bertobat akhirnya masuk surga. Lalu orang yang suka maksiat karena kecintaannya kepada binatang, dosanya menjadi lebur.

Makna kejadian dan bencana

Firman Allah : Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?Dan langit bagaimana ia ditinggikan? dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan ? (Al Ghasiyah 17-20)

Bagian akal dan nafsu pada laki-laki dan wanita

Dalam memahami segala sesuatu terkait ciptaan Allah, perlu dipahami bahwa semuanya yang diciptakan  membawa peran dan fungsinya masing-masing, tidak ada yang sia-sia diciptakan. Begitu juga penciptaan pada manusia yang berwujud laki-laki dan wanita.

Jihad besar adalah menaklukkan diri sendiri

Ditengah semangat kecintaan diri kepada Nabi Saw dan menyadari sedikit sekali ilmu yang diberikan Allah, rasanya sangat sulit untuk menerima beberapa hadis dinilai lemah (dhoif), tanpa ditelaah dulu asalnya dan maknanya. Inilah hadis tersebut:

Sibuklah dengan cela sendiri daripada cela orang lain

Berbahagialah orang yang selalu disibukkan dengan meneliti cela atau aibnya sendiri daripada meneliti cela atau aibnya orang lain. Perkara dengan menyibukkan meneliti cela dan aib orang lain hanya akan menggerogoti amal-amal baik yang sudah susah payah didapatkan. Itu adalah balasan bagi orang yang melakukan ghibah.