Kisah Wara’ :Doa terhalang karena sebutir kurma

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsha. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim bin Adham memungut dan memakannya. Setelah…

Beda pandangan Qarun dan Nabi Sulaiman As dalam hal harta

Qorun Qarun bernama lengkap Qarun bin Yezhar bin Kehat  adalah sepupu Nabi Musa As yang memiliki harta yang berlimpah ruah, sampai-sampai kunci-kuncinya harus dipikul oleh orang-orang yang kuat. Kepemilikan harta yang demikian ini kemudian dikenal dengan istilah harta karun.

Ingat mati 7 : 2 pertanyaan terkait harta di Yaumil Hisab

Pada hari hisab nanti setiap diri akan ditanya tentang 4 perkara, yakni tentang umurnya, badan/raganya, ilmunya dan hartanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang 4 perkara yaitu:

Imam Hambali dan Wanita Pemintal benang

Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali) suatu ketika dihampiri perempuan muda yang hendak mencurahkan isi hatinya. Perempuan ini sedang dihantui perasaan bersalah atas sikapnya beberapa waktu yang lalu. Mula-mula ia menceritakan kondisi serba kekurangan bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Keadaan ini terpaksa ia hadapi karena sang suami yang menjadi…

Pemuda Safi’i dan buah apel

Alkisah ada seorang pemuda yang pergi menuntut ilmu. Di tengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. Saat meminum airnya. terlihat sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. Setelah tergigit apel itu, tersadar dirinya dan  berkata “Astagfirullah”.

Keutamaan harta dari ilmu menurut Ali Bin Abi Thalib

Rasulullah Saw adalah kota ilmu, sementara Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya ilmu. Mendengar pernyataan yang demikian, sekelompok kaum Khawarij tidak mempercayainya. Mereka tidak percaya, apa benar Ali bin Abi Thalib cukup pandai sehingga ia mendapat julukan “gerbang ilmu” dari Nabi Saw.