dougga

Tunisia dikarunia sangat banyak situs Romawi dan Carthago yang jika di explore dapat melahirkan cerita yang tiada habisnya. Bila seseorang mengagumi situs serupa yang ada di Roma, ternyata Situs di Tunisia dan beberapa di afrika utara sangatlah megah dan mengagumkan mungkin karena letaknya di negara berkembang expose soal ini sangat kurang terdengar.

Terkait dengan situs kuno tersebut, saya beruntung ditempatkan di negara ini selama 4 tahun. Hampir semua situs kuno itu sudah kami jelajahi. Saking hafalnya saya sudah punya paket tour lengkap menjelajahi situs kuno itu sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya. baiklah kita uraikan masing masing paketnya:

paket 1

Paket satu adalah paket kunjungan tentu saja ke Ruin Carthage yang berada di dalam kota Tunis. Carthage adalah kerajaan besar kala itu dipimpin Hannibal pernah berapa kali mengirim bala tentaranya baik darat dan laut untuk bertempur dengan Romawi. Carthage dikenal dengan kemampuan fisik terkait bala tentaranya adalah orang afrika dan tentara gajahnya yang telah menyusuri jalan darat dari afrika utara, masuk spanyol hingga tiba di Roma.

Kuatnya armada laut dengan ditemukannya situs pelabuhan besar punic di pantai Tunis yang dapat memuat kapal besar. Memiliki seni dan budaya tinggi yang dilihat dari peninggalan mozaik di Museum Bardo dan amphiteater mereka. Saat ini amphiteater masih digunakan untuk festival carthage yang dilangsungkan pada musim panas. Saya beberapa kali hadir pada festival itu khususnya melihat penyanyi arab dari yang classic seperti fairuz ummi kultsum hingga yang pop  Amro Diouf, Latifah, Nancy ajram, Elysa dan bahkan Haifa wahbi.

Situs lain adalah museum dan bangunan city hall yang masih terkubur di dalam tanah, Pemerintah Tunisia belum memiliki kemampuan untuk mengexplore kebesaran Carthge ini terkait biaya.

Selesai Carthage lalu ke oudhna (uthica), water temple dan aquaduct yang masih dalam satu wilayah di ain Zaghouan yang sekitar 60 km ke arah barat Tunis. Di awal perjalanan dengan highway kita akan menjumpai saluran air atau aquaduct Romawi. Saluran air ini berhulu ke water temple dan bermuara di Istana Carthage sepanjang 135 km. Saluran air yang masih utuh 25 km dan menariknya saluran air ini dapat di lalui motor saking besar pipanya. Penampungan air di Carthage juga tidak kalah besarnya sebesar lapangan bola kalau kita memasukinya.

Antara water temple dan aquaduct ada tempat pertandingan orang dengan singa yang disebut Oudhna (Uthina) lumayan besar dan relatif masih terjaga dengan baik, bangunan mirip colloseum cuma lebih kecil.

Paket 2

Paket kedua ini sudah mulai ke luar kota. Situs punik dapat di jumpai di Kerkouane wilayah di ujung tanduk Capbon. Runtuhannya berada di pinggir pantai sudah hampir rata dengan tanah. Tetapi cerita mengenai ruin ini masih sangat menarik untuk di simak. Berlanjut perjalan menuju Kairouan di mana terdapat Mesjid tertua Okba ibnu Nafa yang dibangun tahun 51 Hijriah adalah mesjid tertua.

Kairouan ini memiliki denah seperti tanah suci Mekah termasuk penyebutan tempat miqatnya ada tempat bernama Bir Ali begitu juga air sumur menyerupai zam zam yang tidak pernah kering dan segar untuk di minum.

Dari Kairoun kita dapat lanjut ke Sbeitla di Distrik Kaiserrine mereka menyebutnya Sefutula. Ruin ini mempunyai keunggulan bangunan forum untuk gedung cityhallnya masih utuh  seperti di Leftis Magna Libya.

Dari Sbeitla kita dapat lanjut ke El Jem sebuah Colloseum yang menurut saya lebih lengkap dan besar dibanding Roma. El Jem tempat gladiator dan juga pertunjukan musik klasik yang regular dilakukan di musim panas.

 

Paket 3

Paket tiga ini dapat dimulai dengan peninggalan Roawi Tuburbo Majus. Situs ini sudah rata dengan tanah tetapi keadaan bagian bagian selayaknya kota Romawi sudah. Dari situ kita beralih ke Dougga, sebuah situs Romawi terbesar dan terlengkap. Saking lengkapnya area pribadi seperti spa pada masa kini dengan aliran air panas dingin juga terlihat dari batuan yang berbeda untuk dasar kolam mandi mereka. Begitu juga untuk Toilet yang dirancang tanpa sekat, rupanya mereka terbiasa makan dan hajat selalu bersama.

Suatu hal yang menarik Romawi dalam memilih area selalu mencari daerah yang terlindung yakni di bentengi oleh bukit bukit. Dugga jg demikian tersembunyi di lembah suatu bukit.

Situs lainnya adalah Bula Regia juga menarik disini masih di jumpai bangunannya termasuk mozaiknya. Mozaik ini bagi ahli sejarah dapat dijadikan panduan untuk melihat keadaan sebenarnya dari kehidupan kala itu. Mozaik terlengkap semuanya ada di Museum Bardo di Tunis.

Dari Bula Regia kita bisa mngunjungi Tabarka, suatu kota di mediterania yang kesemua atap rumahnya berwarna merah berbatasan dengan Aljazair. Situs sejarah adalah benteng portugis sebagai tempat Film Julius Caesar di langsungkan.

Kesimpulannya gak perlu ngejar runtuhan Romawi ke Roma, di Tunisia lebih lengkap dan harga paketnya masuk rate negara berkembang bukan Eropa barat. Negara ini sangat mengagumi Soekarno karena merdeka terinspirasi gerakan pada KAA di Bandung 1955

Wallahu a’lam