Awal mula perseteruan Iblis dan Adam beserta anak cucunya

bisikan-jahat-setan-dalam-hati

Awal perseteruan ini sangat jelas diuraikan pada surat Al Baqarah ayat 30-39. Allah bermaksud menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di muka bumi. Malaikat yang mengetahui bagaimana manusia itu diciptakan lalu bertanya dengan santun kepada Allah SWT.

Malaikat mengetahui sifat manusia bahwa kalau diturunkannya manusia hanya akan membuat kerusakan dimuka bumi dan pertumpahan darah. Allah kemudian berfirman “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Allah SWT membekali Adam dengan pengetahuan akan nama-nama benda dilangit dan dibumi dan ditunjukkan kelebihannya tsb dihadapan malaikat dan Iblis. Allah berfirman dengan menyuruh Malaikat dan Iblis bersujud kepada Adam, namun Iblis menolak untuk bersujud karena sifat takaburnya. Adam kemudian ditempatkan oleh Istrinya di Syurga.

Setelah itu Iblis dan Setan terus berupaya menggelincirkan Adam dan istrinya keluar dari syurga. Iblis dan setan berhasil karena Adam dan istrinya  terpengaruh memakan buah dari pohon yang dilarang, sehingga keduanya turun ke bumi, berseteru hingga mendapati cucu adam sekarang ini.

Firman Allah: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. “

Kemudian Adam As menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Wallahu a’lam

One Comment Add yours

  1. sayyid says:

    Assalamualaikum wr.wb,

    Sebenarnya begini,iblis tidak pernah menggelincirkan adam dan isterinya di surga.
    kita musti mengetahui dahulu arti kata iblis dan syeitan.

    Iblis adalah nama jin sedangkan syeitan adalah kata sifat (hawa nafsu yg tidak terkendalikan) dari jin dan manusia yg berbuat zholim.

    Iblis telah terusir dari surga dan tidak dapat lagi masuk kedalamnya karena Allah telah jelas berfirman mengenai kedudukan surga,

    13. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
    Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.(al araf ayat 13)

    dia iblis telah menyombongkan diri (zholim).

    Allah menyuruh adam dan hawa bertempat tinggal disurga.

    19. وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
    (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim”.(al araf ayat 19)

    ingatlah bahwa ayat ini tidak menerangkan bahwa adam dan hawa akan kekal tinggal di surga, tetapi hanya untuk sementara waktu.

    Allah telah membolehkan adam dan hawa memakan buah-buahan dimana saja yg mereka sukai kecuali mendekati satu pohon saja.

    Tetapi apa yg terjadi?

    20. فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ
    Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.

    Adam dan hawa telah terlena tinggal disurga dan ingin sekali tinggal selama-lamanya disana sehingga dengan sombong mengikuti hawa nafsu mereka terus melanggar perintah Tuhannya dengan mendekati pohon terlarang dan memakan buahnya.
    Adam dan hawa berfikir dalam hati mereka apabila memakan buah ini ,mereka akan kekal di syurga.

    kita lihat permohonan maaf adam dan hawa kepada Allah dibawah ini bahwa mereka mengakui kesalahan mereka tanpa ada hubungannya dengan godaan iblis.

    23. قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
    Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

    sesungguhnya musuh utama bagi manusia adalah hawa nafsunya (syetan) sendiri kecuali para nabi dan rasul Allah karena mereka adalah maksum.

    ingatlah bahwa adam saat di surga dahulu belum sebagai nabi dan rasul tetapi manusia biasa.
    Adam menjadi rasul/nabi setelah diturunkan dari surga.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.