Cerita Timor-Leste 11 : Islam di tengah mayoritas Nasrani

alkatiri

Penulis banyak mendapatkan pertanyaan serupa ini bagaimana kehidupan umat Islam di Dili. Saya katakan bahwa  walaupun umat Islam itu minoritas hanya 3 %, namun menikmati perlakuan yang sangat baik dari masyarakatnya yang  mayoritas yang didominasi beragama katolik.

Walaupun minoritas, dari segi ekonomi umat Islam dipandang lumayan  terkait penguasaan mereka untuk distribusi  sandang dan makanan yang dibutuhkan masyarakat Dili  dan beberapa distriknya. Begitu juga dari segi pendidikan rata-rata umat Islam lebih baik.

Yayasan Mesjid Annur yang memiliki sekolah / madrasah dengan guru-guru Islamnya namun muridnya ternyata 80 % adalah non muslim. Mar’i Alkatiri yang muslim adalah mantan PM TL dan keluarganya menduduki posisi terpandang di negara itu.

Tempat ibadah juga mendapat pagu yang cukup dari pemerintah TL tidak dibeda-bedakan untuk pembangunan dan pemeliharaannya. Walaupun tempat ibadah seperti Mesjid hanya satu di Dili yaitu mesjid Annur.  Beberapa mesjid di luar Dili adalah seperti  Al Amal di Baucau, Attaqwa di Lospalos, Assyuhada di Liquica, Alhidayah di Same.  Keberadaan mesjid tersebut rata-rata sudah menyatu dengan masyarakat umumnya.

Buat saya keberadaan mesjid Annur merupakan oase, di Dili saya malah sering ikut jamaah shalat fardhu karena jarak dari kantor kesana tidaklah jauh. Malah subuh saya suka berjamaah disana kalau ini berangkat dari rumah. Saya yakin benar klo subuh berjamaah ini banyak manfaat dan ganjaran yang diberikan Allah kepada hambanya. Yang jelas bagi yang shalat subuh terasa kesiapan seseorang menyongsong pagi menjadi lebih semangat dalam bekerja karena segala sesuatu lebh leluasa disiapkan.

Saya juga yakin shalat 2 rakaat sebelum masuknya subuh juga sangat ijabah. Kala itu malamnya saya dapat kabar anak saya Yasmin di tanah air terkena step, tentu paniklah ibunya. Saya juga ikut bingung dan untuk pulang tidaklah mungkin dan jalan satu satunya yang pergi ke mesjid untuk berdoa memohon pertolonganNya. Saya terus berdoa dan alhamdulilah anak saya baik baik dan tertangani oleh dokter disana…alhamdulilah.

Namun demikian sebagai pejabat di KBRI saya juga tidak lepas interaksi dengan agama lain yang memang mayoritas. Hampir tiap minggu saya dapat undangan misa atau acara kumpulan kelompok Nasrani. Semuanya saya hadiri dan yang jelas acara keagamaannya saya lewatkan dan menjelang ramah tamahnya saya hadir. Namun kenyataannya tidaklah demikian saat misa sayapun disuruh masuk…saya menyimak apa yang disampaikan pendeta dan semuanya mengjarkan kepada kebaikan intinya.

Yang menarik di dili perayaan keagamaan menggunakan model di Indonesia, kala ke gereja banyak ibu ibunya berpakaian kebaya dan anak anak remaja berpakaian bagus bagus. Saya selalu bilang ke teman teman kalau ingin melihat orang dili cantik cantik dan ganteng ganteng bangunlah pagi pagi di hari minggu saat mereka berbondong bondong pergi ke gereja.

Kala natal selain pakaian mereka juga melengkapi kulinernya dengan memasak ketupat. Ketupat mereka ada campuran didalamnya berisi daging sapi dan ayam, pulang kampung dan saling bersilaturahmi. Ketupatnya kala itu saya sering kebagian…lumayan ada makanan karena hari natal dan tahun baru semuanya libur. Pokoknya segala kemeriahan hari raya itu berusaha ditampilkan seperti di Indonesia merayakan hari raya idul fitrinya.

Pembagian THR juga ditetapkan pada bulan Desember mengikuti agama mayoritas. Bagi yang kaya cenderung untuk merayakannya ke luar negeri atau paling tidak ke Indonesia dan Dili sejak tgl 15 cenderung sepi. Liburan sekolah mengikuti portugal yang cenderung lama setiap semesternya. Dan yang seru lagi kala natal tgl 25 dan tahun baru tanggal 1nya tidak ada penerbangan dari dan ke Dili.

Saat perayaan natal dan tahun baru atau hari keagamaan lainnya, pedagang muslim di kampung alor otomatis panen karena larisnya dagangan pakaian dan sepatunya.

Wallahu a’lam

3 Comments Add yours

  1. edi says:

    Izin share ya..

    1. mahendraza says:

      silahkan…terima kasih

    2. mahendraza says:

      Silahkan semoga jadi manfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.