anak sholeh

Kisah ini ingat dalam film anak anak Coco dimana seorang yang wafat dapat diterangi dan dimakmurkan dengan doa yang selalu dipanjatkan anak dan keluarganya kepada dia. Bila tidak ada doa anak dan keluarganya maka seorang itu akan terlunta lunta tanpa di identitas di alam sana. Dalam Islam hubungan doa dan sedekah anak berkorelasi nyata dengan kondisi orang tuanya kala menjalani kehidupan di kuburnya.

Suatu hari Sheikh Abu Qilabah bermimpi melihat semua kuburan terbuka dan penghuninya semua keluar. Masing-masing dari mereka dilihatnya membawa nampan berisi cahaya. Lalu Abu Qilabah melihat seorng laki-laki keluar dengan tangan hampa tidak membawa nampan seperti penghuni kubur lainnya.

Melihat itu Abu Qilabah bertanya kepada laki-laki itu: Apa yang terjadi padamu, sehingga kamu tidak membawa nampan cahaya seperti lainnya?

Laki-laki itu menjawab: Mereka semua memiliki anak dan keluarga yang selalu mendoakan dan bersedekah atas nama mereka. Nampan yang bercahaya itu adalah pahala doa-doa dan sedekah yang mereka kirimkan.

Sementara aku, walau memiliki anak, namun anakku tiada pernah mendoakan dan bersedekah khusus untukku. Maka dari itu aku tidak memiliki cahaya dan itu membuat aku malu diantara teman-temanku.

Ketika Abu Qilabah terbangun, ia segera menemui anak dari laki-laki penghuni kubur tersebut dan menceritakan apa yang terjadi dengan orang tuanya. Setelah Abu Qilabah menyelesaikan cerita dan mensehatinya, maka berkatalah anak itu : “Terima kasih syeikh atas nasehatmu, mulai saat ini aku akan bertobat, tidak akan mengulangi perbuatanku dulu.

Sejak peristiwa itu, anak yang telah beranjak dewasa itu  selalu berdoa dan bersedekah untuk orang tuanya. Pada saat yang sama, selang beberapa tahun kemudian, Abu Qilabah bermimpi hal yang sama, akan tetapi dia melihat laki-laki yang tiada membawa nampan, kini telah membawanya, bahkan cahayanya melebih yang lainnya.

Berkatalah lelalki tersebut: “Wahai Abu Qilabah, mudah-mudahan Allah membalas kebaikanmu, berkat nasehatmu, anakkupun selamat dari neraka, dan aku tidak malu lagi terhadap tetanggaku berkat doa dan sedekah yang selalu dikirimkan anakku kepadaku.”

Wallahu a’lam