8 fakta terkesan jadi orang baik itu rugi?

295303_542567619128511_1360670348_n_zps0146899f

Letter-A-icon-1 Ada tulisan menarik di medsos yang memang saya iyakan kebenarannya. Ini ada beberapa fakta bahwa menjadi orang baik itu rugi dari pandangan orang kebanyakan sebagai berikut :

Fakta 1. : Orang baik kerap tersakiti

Karena orang baik akan selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagaiannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

Fakta 2 : Orang baik kerap tertipu

Karena orang baik selalu memandang orang lain dengan tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka buruk bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu menghianatinya.

Fakta 3 : Orang baik acap dinista

Karena orang baik tak pernah mau membalas, ia hanya mau menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

Fakta 4 : Orang baik kerap meneteskan air mata

Karena orang baik tak mau membagikan kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya dan percaya bahwa suatu saat Allah akan menggantikan buah dari kesabarannya.

Fakta 5 : Orang baik sering kalah

Karena orang baik tidak ambisius apalagi mau menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.

Fakta 6 : Orang baik disingkirkan bahkan dibunuh

Karena orang baik yang berada dalam lingkungan yang buruk akan dianggap sebagai penghalang bagi penguasa zalim dan cenderung untuk disingkirkan. Karena orang baik segala lakunya pasti bersebrangan dengan yang zalim. Perbutan baik dan ucapannya sering membuat jengkel penguasa yang dholim.

Fakta 7 : Orang baik kerap di panggil duluan

Sering kita mendengar saat ada berita kematian seseorang yang meninggal muda, lalu muncul ucapan iya pantas saja dia dipanggil lebih dulu karena dia orang baik.  Allah sengaja memanggil lebih awal karena ingin menjaga agar yang bersangkutan tetap dengan kebaikan yang sudah dia raih selama ini dan tidak ada kemungkinan beralih sekiranya di beri umur lebih panjang.

Sebaliknya sering kita dengar dan muncul kenapa ya orang yang berperangai buruk malah di beri umur panjang. Dalam hal ini kita harus berpikir positif bahwa Allah memang sengaja memberi umur panjang agar ada kesempatan untuk bertobat.

Lalu pertanyaannya:

Apakah berarti menjadi orang baik itu rugi dan sia sia ? seperti fakta diatas:

Jawabnya tentulah Tidak. Tetaplah menjadi orang baik, karena ukuran sukses dan bahagia di dunia ini relatif. Orang baik pasti sukses dan bahagia. Islam mengajarkan bahwa hidup di dunia itu proses yang berkesinambungan yang akhirnya adalah sukses dan kebahagiaan.

Orang baik akan terus berjuang menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar untuk ikut memperbaiki lingkungan tidak saja dengan nasehat dan kata kata tetapi melalui teladan perbuatan.

Orang baik akan selalu memandang bahwa diatas semuanya adalah berada dalam kehendak dan kekuasaan Allah. Itulah sebabnya orang baik tidak memiliki almari dendam dalam kalbunya: “Jika kau buka laci laci hatinya, akan kau temukan hanya rasa persaudaraan, cinta dan sayang yang dimilikinya”

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.