Teladan Nabi Saw 2 : Kala di jamu doakan tuan rumah keberkahan, ampunan dan rahmat baginya

doa-bagi-orang-menjamu-makan-sq

letterK_carta_12665 Kala di jamu orang lain atau sedang mendapat jamuan dari seseorang yang teringat di benak kita adalah aneka kelezatan makanan yang akan disajikan oleh tuan rumah kepada kita. Namun demikian sebaiknya jangan lupa mendoakan kepada tuan rumah karena perbuatan menjamu adalah perbuatan yang sulit, apalagi buat yang baru melakukan karenanya  tidak semua orang mau dan mampu melakukannya.

Dalam kaitan ini banyak alasan orang enggan melakukan jamuan di antaranya adalah adanya sifat kikir, tidak mau direpotkan dan adanya rasa takut kalau yang dijamu akan kecewa sehingga selalu ditimbang timbang sehingga urung dilakukan. Padahal Allah akan memasukkan orang yang memuliakan tamu dengan jamuan itu sebagai bagian dari tanda orang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Nabi Saw bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya (HR Bukhari Muslim)

Perbuatan menjamu tamu memiliki banyak kebaikan didalamnya boleh jadi orang yang bertamu memang dalam keadaan susah atau sedang lapar, sementara untuk meminta mungkin ia merasa malu atau sungkan. Sementara sebagai tuan rumah kala jamuan dapat dinikmati dan tamunya berkenan dengan yang disajikan ternyata  juga memiliki kebahagian  tersendiri bagi tuan rumah.

Dalam kaitan doa ini Abdullah bin Busr telah meriwayatkan doa dari Nabi Saw di kala Nabi Saw mampir ke rumah orang tuanya.  Kala itu bapaknya   menyuguhkan buah buahan dan makanan kepada Nabi Saw. Lalu ketika Nabi Saw mau beranjak pergi, ayah Abdullah itu berkata, “Doakanlah aku wahai Rasul, kemudian Rasul mengucapkan doa ini :

Ya Allah berkahilah apa apa yang Engkau karuniakan kepada mereka, dan ampunilah serta berikanlah kasih sayangMu”

Satu hal yang lebih penting dari doa itu sebagaimana Nabi Saw teladankan adalah kita diajari untuk tahu berterima kasih kepada para pihak yang senantiasa berbuat baik kepada kita. Walau kita yakin yang menjamu kebanyakan akan ikhlash karena keutamaan menjamu itu sangat besar di sisi Allah sesuai hadist diatas.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.