Perkara Hati

Nikmatnya Berbagi

Muamalat

Makna Wong urip iku mung mampir ngombe

 

Saya sering mendapat petuah bahwa hidup itu hanya mampir minum (wong urip iku mung mampir ngombe). makna itu menyiratkan bahwa kehidupan dunia itu hanya sebentar atau sementara dan waktunya sangat singkat.

Untuk mendukung singkat itu coba bandingkan antara waktu dunia dan waktu akhirat seperti uraian di bawah ini:

Berapa lama hidup kita di dunia ini ? Dalam hal ini Allah SWT  berfirman:

Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ (QS. Al-Mu’minuun:114)

Kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Bila dibandingkan waktu akhirat ternyata waktu hidup didunia hanya 1,5 jam. Ini waktu akhirat sesuai FirmanNya:

‘Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.’ (Q.S. Al-hajj:47)

Bandingkan waktu akhirat dengan waktu dunia seperti dibawah ini :

1 hari akhirat = 1000 tahun,

24 jam akhirat = 1000 tahun,

3 jam akhirat = 125 tahun,

1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari hitungan langit hanyalah 1,5 jam saja.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk 1,5 jam itu. Tiada lain adalah segera bertobat dan mampu mengisi waktu yang singat itu dengan baik dengan menghargai waktu, karena waktu berlalu dengan cepat dan jangan menunda nunda kebaikan atau ibadah kepada Allah.

Karena itu petuah wong urip iku mung mampir ngombe ternyata memiliki makna yang dalam dan bersesuaian dengan  hadis Nabi Saw yang terdapat dalam 40 hadist Arbain Imam Nawawi agar seseorang itu harus menghargai waktu sebagai berikut:

Dari Ibnu Umar ra berkata : bahwa Nabi Saw memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ (HR Bukahri).

Lebih lanjut disampaikan bahwa hidup manusia itu singkat menjadikan manusia itu hidup sementara dan tidak tetap. Dalam penjelasannya, Imam Nawawi menyatakan beberapa keutamaan seseorang bersikap demikian adalah sebagaimana dianjurkan Nabi Saw dalam bersikap kepada dunia, diantaranya adalah :

  • Hadirnya sikap yang selalu berhati-hati dan disiplin  dalam membaca arah perjalanannya agar tidak tersesat.
  • Selalu waspada terhadap orang atau lingkungan yang buruk yang dapat menghambat perjalanannya.
  • Sikap itu akan menjadikan diri berhati-hati kepada orang lain, berusaha menjadikan dirinya manfaat sehingga diterima orang lain,
  • Berusaha memanfaatkan waktu atau ritme perjalanan sebaik-baiknya, dengan memperhatikan pergantian siang dan malam serta kondisi cuaca yang akan mempengaruhi kesehatannya, sehingga orang itu dapat mencapai tujuan dengan selamat.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: