2 cara untuk menjadi ahli Makrifat

naksabandiyah

Menarik juga apa yang disampaikan seorang uztadz yang menilai pengikut tarekat karena ucapan dzikir yang aneh dgn lafadz yang diucapkan tidak jelas mengecapnya sebagai sesat. Menurutnya ucapan kalimat Allah hrs jelas di lidah tidak bisa disingkat apalagi menjauhkan dari makna.

Beberapa ulama lain kemudian menjawab bahwa dari sebutan sesat bisa saja karena ustadz berangkat dari ilmu hadist yang berasal dari Bukhari dan tarekat berangkat dari mursyid Baha udin Naqsabandiyah atau sheik sbdul.qodir jailani yang mengedepankan ilmu spiritual melalui cara dzikir.

Orang yang berasal dari jalur ahli hadist belum tentu sampai pada apa yang dirasakan asyik masyuknya jamaah tarekat dalam dzikirnya kepada Allah. Apalagi melihat seseorang yang sudah taraf makrifat lewat reaksi fisik yg kadang aneh sebagai refleksi hati yang sdh dipancarkan nur Allah kepadanya

Dalam hal ini, seperti apa yang dialami oleh Imam Al-Ghazali dimana ketika orang mengira bahwa Imam Al-Ghazali telah wusul – mencapai tujuannya yang terakhir ke derajat yang begitu dekat kepada Tuhan, maka Imam Al-Ghazali berkata :

“Barangsiapa mengalaminya, hanya akan dapat mengatakan bahwa itu suatu hal yang tak dapat diterangkan, indah, utama dan jangan lagi bertanya”. Selanjutnya Imam Al-Ghazali menerangkan : “Bahwa hatilah yang dapat mencapai hakekat sebagaimana yang tertulis pada Lauhin Mahfud, yaitu hati yang sudah bersih dan murni. Tegasnya tempat untuk melihat dan Ma’rifat kepada Allah

Karenanya cara mendapatkan makrifat juga macam2 dan cara cara mendapatkan makrifat seperti dengan mengagungkan dzikir itu dilakukan dengan tarekat. Tarekat menjadi sangat banyak macamnya tergantung pengalaman spiritual yang dialami dari masing2 mursyid dan bagaimana seorang salik jamaah tarekat meyakininya.

Kembali ke soal makrifat memang ada 2 cara seseorang mencapai makrifat yang pertama adalah terus beribadah dan berdoa berharap terus untuk selalu didekatkan kepada Allah. Niat harus terus lurus hanya berharap ridho Allah dalam melaksanakan ibadah bukan karena sebab yang lain.

Srbab banyak keshalihan yang ditunjukkan seseorang tidak serta merta menjadi jaminan Allah itu dekat karena adanya sebersit niat yg tidak lurus seperti berharap pujian atau riya’.

Dalam kaitan ini proses mendapatkan makrifat dengan cara pertama ini harus dilakukan dengan terus membersihkan hati berbarengan dengan ibadah yang harus ditekuninya.

Cara kedua ada makrifat datang langsung ke siapa saja yang Allah kehendaki yang bisa jadi orang itu mantan pendosa, kemudian tobat langsung dipancarkan nur Allah di hatinya. Dirinya menjadi taat ibadah dan sangat tawakal kepada Allah.

Allah dengan kekuasaannya dapat memberikan seseorang menjadi ahli makrifat atau seorang mursyid. Allah akan memberikan kekuatan baginya walau mantan pendosa menjadi orang yang baik ibadahnya dan luhur akhlaqnya kemudian. Seperti kepada orang yang di cintai Allah akan mencukupkan pula segala kebutuhan dunianya.

Lewat mata batinnya atau hati yang bersih orang tersebut akan dibekali dengan nur Allah dimana segala kebenaran yang keluar dari hati dan ucapan memberi kesejukan juga bagi yang mendengarkan.

Hakekat dari pencapaian makrifat dengan 2 cara ini adalah agar sebagai manusia tidak mudah lsng kagum dengan orang yang ahli ibadah dan menyepelekan orang yg maksiat. Karena belum tentu orang maksiat akan terus ditenggelamkan demikian bisa jadi sewaktu2 datang hidayat pada Allah sehingga orang itu bertobat dan bahkan menjadi ahli makrifat.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.