Kisah Nabi Yusuf AS tidak melulu soal cinta tapi piawai dalam manajemen harta kerajaan

on

Kisah-Nabi-Yusuf

Kisah para nabi dalam Al Quran bukanlah sekedar dongeng melainkan banyak pelajaran dan kontekstual dalam kehidupan saat ini. Kisah Nabi Yusuf AS banyak mengaitkan pada kemampuannya dalam menahan godaan dan fitnah Siti Zulaikha, namun sebenarnya banyak kemampuan Nabi Yusuf lainnya seperti dalam mengelola harta ketika menjadi bendahara kerajaan mesir.

Dalam kaitan konteks cinta wanita cinta harta dan cinta jabatan atau tahta atau 3 ta, Nabi Yusuf sukses menghadapinya dan menjadikan semuanya sebagai sarana untuknya lebih tekun beribadah kepada Allah.

“Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)-nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui” (QS Yusuf [12]: 3).

Nabi Yusuf menjaga harta dan menjadi bendahara Kerajaan

Kala nabi Yusuf menjadi bendahara kerajaan Mesir ditangan beliaulah Mesir mampu melepaskan diri dari bencana.

Dalam kisah diceritakan  Nabi Yusuf adalah ahli tafsir Mimpi. Suatu waktu Raja bermimpi dan mimpinya kemudian disampaikan kepada orang-orang  terkemuka di istana:

“Saya bermimpi  ada 7 sapi yang gemuk dimakan 7 sapi yg kurus dan ada 7 gandum yang subur dirusak 7 gandum yang kering”. Mereka menjawab: “(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta’birkan mimpi itu”.

Diantara mereka kemudian teringat kepada Nabi Yusuf untuk menakwilkan mimpi raja tersebut dan meminta pelayan untuk menanyakan kepada Yusuf . Yusuf menyampaikan apa takwil dari mimpinya itu kepada pelayan dan berkata:

” bahwa tidak lama lagi akan datang 7 tahun kesuburan digantikan 7 tahun paceklik itulah maksud adanya sapi yang gemuk dimakan sapi yang kurus dan gandum yang subur dimakan gandum yang kering.

Raja mendengar hal ini dan meminta agar Yusuf dihadapkan kepadanya. Raja kemudian mempercayai Yusuf dan berkata ” Lalu apa yang harus dilakukan untuk hadapi itu ?”

Nabi Yusuf  berkata pada Raja : “Sebaiknya mulai saat ini, saat hasil pertanian melimpah,  agar sebagian hasil yang diperoleh pada masa subur di simpan untuk persiapan menghadapi paceklik nanti”.

Benar saja menjelang 7 tahun tersebut Mesir dilanda paceklik yang panjang selama 7 tahun berikutnya. Karena tafsiran mimpi tersebut,  Nabi Yusuf dipercaya untuk menjadi bendahara Istana dan mengangkat derajatnya lebih tinggi untuk mengatasi persoalan paceklik di Mesir.

Sikap dan kecintaan Nabi Yusuf kepada saudaranya walau kuasa membalas 

Saat berkuasa Nabi Yusuf tidak lupa diri namun jiwanya semakin halus termasuk  terus memiliki kecintaannya kepada keluarga walau masa kecil suka dikhianati oleh saudaranya :

Saat bencana terjadi dan saudara saudara datang kepadanya ingin meminta bagian pangan dari kerajaan, untungnya  mereka tidak mengenali. Nabi Yusuf  melakukan sebuah trik kecil, yakni menyuruh mereka membawa Benyamin  adik bungsunya jika hendak meminta bahan pangan lagi. Jika tidak, mereka akan pulang dengan tangan kosong.

Mau tak mau, saudara-saudara Yusuf pun menuruti permintaan tersebut. Meski dengan berat hati, Nabi Yakub merelakan Benyamin pergi ke ibukota Mesir untuk meminta bahan pangan. Ketika saudara-saudaranya hendak pulang, Yusuf memasukkan sebuah piala emas dalam karung yang dibawa oleh Benyamin.

Hal ini menyebabkan Benyamin ditahan dan tidak boleh pulang ke kampung halaman. Nabi Yakub pun semakin bersedih karena kehilangan anak bungsunya, duka yang ia rasakan akibat kehilangan Yusuf belum hilang, ditambah lagi Benyamin ditahan di ibukota Mesir.

Saudara-saudara Yusuf pun kembali ke ibukota dan memohon agar Benyamin dibebaskan, karena tak tega melihat ayah mereka yang terus terusan bersedih. Mendengar hal tersebut, Nabi Yusuf pun menyuruh saudara-saudaranya untuk membawa Nabi Yakub ke ibukota.

Saat bertemu lagi dengan sang ayah, Yusuf tak mampu menahan diri. Dia mengatakan siapa dia sebenarnya dan mengajak ayah serta saudara-saudaranya untuk tinggal bersama di ibukota. Merekapun hidup dengan rukun dan bahagia bersama.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.