Stress dan depresi dalam penjelasan ilmiah

hypothalamus

Stress dan depresi berkepanjangan seseorang saat ini dapat dijelaskan dengan baik dengan melihat kerja dan takaran hormon pemicunya dan bagaimana kondisi pada otak.

Dalam menjelaskan stress atau depresi disebutkan bahwa dalam otak terdapat hypothalamus adalah bagian kecila dalam otak namun fungsinya sangat sentral yang mengatur kerja hormon hormon didalam tubuh seseorang. Hypothalamus ini juga bekerja berdasarkan rangsangan dari luar yang positif dan negatif semakin banyak yang positif akan baik kerja hypothalamus mengendalikan hormon sebaliknya bila hal yang negatif ada gangguan hormon terjadi.

Bagaimana peran hormon dalam tubuh dalam tulisan sebelumnya dijabarkan sebagai berikut :

Disebutkan terdapat 4 hormon didalam tubuh yaitu endorfin, kortisol, serotin, difamin dan oksitosin. Endorfin akan berproduksi bila diri kita bahagia bersyukur ikhlash selalu menerima apa adanya berfungsi menghilangkan sakit dan nyeri dan endorfin mempunyai kadar morfin penenang 300 kali lebih ampuh.

Kortisol adalah hormon sebaliknya yang menyebabkan sakit,  organ dan tulang keropos, hormon ini berproduksi bila hati jengkel penuh dendam tidak punya maaf dan prilaku negatif lainnya.

Serotin adalah hormon yang mendorong seseorang itu kreatif dan inovatif. Dofamin adalah hormon yang mendorong itu semangat dan Oksitosin yang mangajak pada diri untuk punya banyak kasih sayang kepada sesama.

Ada satu indikator hormon yang penting saat ini yaitu prolaktin, saat ini sudah dijadikan acuan untuk mengukur tingkat stress atau depresi seseorang. Pikiran saya pada awalnya prolaktin adalah urusan wanita karena terkait dengan kerja kelenjar susu, namun ternyata untuk pria hormon ini dapat dipakai untuk menentukan kadar stressnya.

Prolaktin dihasilkan pada kelenjar hypofisis dan hormon ini bergantung pada kerja hormon dofamin dan hormon estrogen. Hormon Dofamin berfungsi menahan prolaktin dan sebaliknya estrogen meningkatkannya.

Bila pada wanita jelas sekali fungsi prolaktin dalam produksi ASI dan mengatur siklus haid namun bagi pria ada fungsi utama prolaktin lainnya yaitu mengatur prilaku seseorang, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, sistem reproduksi dan pengaturan cairan tubuh lainnya.

Itu semua baru kerja di Otak manusia sebagai pengendali hormon atau cairan tubuh yang salah satunya saya gambarkan lewat prolaktin itu. Ada salah satu indikator untuk mengukur stress atau depresi dengan mengetahui kadar Thyroid melalui T3 dan T4 yang juga umum dilakukan dalam melihat stress dan depresi seseorang. Thyroid ini adalah kelenjar yang berada di sekitar leher.

Semuanya dapat dipahami bahwa Hypothalamus sangat bergantung bagaimana rangsangan dari luar dan bagaimana seseorang bersikap menaggapi yang positif dan negatif adalah bergantung bagaimana orang itu.

Alhamdulilah saat ini dengan teknologi seseorang dapat melihat bagaimana kondisi Hypothalamus melalui cek hormon dan cairan atau saat ini dengan MRI dapat terlihat jelas bagaimana kondisinya secara detail. Bila mengerti demikian sayangilah otak kita terutama hypothalamus untuk tidak dibebani dengan hal yang negatif terus berpikir positif karena efeknya jelas pada kesehatan tubuh.

Hati yang lapang dan akal yang dapat berpikir sehat selalu bersyukur tidak mudah mengeluh dalam keadaan apapun adalah resep untuk sehatnya otak sehingga jauh dari Stress dan Depresi.

Wallahu a’lam