Makna di balik penciptaan wanita sebagai berkah atau ujian

Islam-Menjaga-dan-Memuliakan-Wanita-810x500

Membahas soal wanita ini menarik apakah penciptaan wanita sebagai barokah atau ujian. Baiklah kita bahas satu satu :

Wanita sebagai ujian

Sejak awal di ciptakan nabi Adam di muka bumi, penciptaan Siti Hawa yang berasal dari tulang rusuknya adalah untuk melengkapi kehidupan Nabi Adam. Keduanya berada di syurga hingga kemudian nabi Adam dikeluarkan dari surga turun ke muka bumi karena  tergoda untuk mengambilkan buah khuldi sesuai permintaan siti Hawa yang dilarang Allah atas bujuk rayu Iblis.

Turunnya Nabi Adam ke bumi tidaklah langsung dipasangkan dengan siti Hawa, keduanya diturunkan di tempat berbeda hingga bertemu keduanya di jabal rahmah. Dari lecture ini sosok siti hawa sebagai wanita sudah memainkan peran sebagai ujian bagi Nabi Adam.

Dalam kaitan dengan keberadaan nafsu akan wanita juga dikaitkan dengan unsur hawa nafsu sufiah terkait keindahan bagi pria bersanding dengan nafsu amarah dan lawamah. Dalam hal ini wanita memiliki unsur penggoda dalam upaya pria untuk bertawakal kepada Allah. Banyak laki laki hancur karena menuruti godaan wanita yang aslinya adalah perangkap setan.

Dalam kaitan ini sedih juga bila wanita dinobatkan sebagai fungsi ini bagi pria, apakah sejelek itu dasar penciptaan wanita di muka bumi?. Akibatnya dalam kaitan ini beberapa ulama menganggap wanita harus diwaspadai daripada  ditempatkan sebagai sosok yang harus dimulyakan. Keberadaan wanita perlu di kekang bukan karena wanita lemah namun karena aspek mudharatnya wanita dalam hal menggoda atau menjadi ujian bagi  pria.

Wanita sebagai barokah

Bila dalam pengelompokan cap sebagai wanita agak merugikan, namun tidak dalam kelompok ini. Makna lain pengekangan kepada wanita beberapa ulama menilai bahwa wanita memiliki kemampuan yang luar biasa dalam penguasaan sesuatu bila di beri amanat. Banyak wanita yang lebih berhasil di banding pria dalam dunia usaha terkait kerajinan dan ketekunan wanita. Sebagai pemimpin perusahaan dan bahkan negara juga sudah banyak contohnya. Jadi anggapan wanita makhluk lemah tidaklah beralasan.

Siti Khadijah sebelum menjadi istri Nabi Muhammad Saw adalah wanita paling kaya dan paling dihormati di kota Mekah. Saat menjadi Istri Rasulullah ia adalah wanita pertama yang beriman kepada Allah dan mengorbankan semua harta yang dimiliki untuk perjuangan suaminya. Kecintaan Nabi kepada sosok Khadijah ini luar biasa hingga akhir hayatnya dan itu juga menimbulkan kecemburan Aishah kepada Khadijah.

Rasul Saw juga dalam satu hadist secara tegas sangat mencintai wanita disamping wangi wangian dan lezatnya nikmat akan shalat. Rasul sangat menghargai wanita yang diteladankan dengan banyak akhlak mulia dalam memberlakukan wanita dengan sangat baik.

Dalam kaitan ini baik buruknya wanita atau sebagai pasangan hidup sangat bergantung bagaimana pria dalam menuntunnya. Adapula contoh wanita yang tetap pada imannya walau suaminya adalah orang kafir seperti perjuangan Asiah atau siti Masitoh, namun ada pula sebaliknya walau bersuamikan seorang nabi seperti Nabi Luth tidak menjamin wanitanya juga berprilaku shalehah.

Satu hal yang paling dekat untuk wanita itu berkah adalah bagaimana seorang anak laki laki harus menghormati ibunya lebih dari pasangannya sebagai wujud luhurnya sosok wanita dalam hal ini seorang ibu.

Banyak hal yang perlu di kaji untuk menilai wanita itu sebagai barokah atau ujian adalah bagiamana kita sendiri mensikapinya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.