Mengapa juga harus sombong dan menang sendiri

 

sombongManusia cenderung membanggakan apa yang sudah diraihnya seperti ilmu harta jabatan dan bahkan kepada pasangannya seolah semua itu justifikasi dari kebahagian dan kepuasaan hidup seseorang di dunia.

Dengan ilmu sekalipun ilmu agama dengan hafalan dan kemampuan pikirnya menjustifikasi kalau dia adalah orang pintar yang selalu benar dihadapan yang lainnya. Padahal kepintaran seseorang akan ilmu adalah anugerah Allah, sekiranya Allah mencabutnya tentu sangatlah mudah bagiNya seperti dicabutnya sedikit saraf di otak yang membuat orang jadi linglung. Dan ilmu yang diberikan manusia hanyalah sedikit seperti buih dilautan yang maha luas.

Begitu juga dengan jabatan, mudah sekali orang menerima amanah ini dan menyombongkan diri dengan jabatannya sehingga semena mena kepada orang lain, dirinya harus didudukkan lebih tinggi dari yang lainnya dan sekiranya ada yang merendahkan dia akan langsung naik pitam. Padahal sejatinya jabatan atau kepeminpinannya akan diminta pertanggungjawaban apakah adil dalam memimpin. Bila menyalahgunakan amanah itu tentu mudah bagi Allah untuk mencabutnya dan menjadikan jabatan itu tiada berkah bagi dirinya.

Kesombongan karena harta juga paling mudah karena penilaian masyarakat langsung pada apa yang di dapat oleh seseorang seperti rumah dan mobil yang mewah uang yang banyak. Padahal bila diingat bahwa pertanggung jawaban harta akan ditanyakan lebih rumit seperti tidak saja bagaimana mendapatkan harta itu tetapi bagaimana seseorang itu membelenjakan hartanya.

Begitu juga dengan pasangannya banyak yang sombong beristrikan istri yang cantik masih muda dan tidak puas dengan pasangannya untuk mencari yang lebih baik dengan maksud membanggakan dirinya mampu menarik banyak wanita. Kesombongan ini secara tidak langsung melalaikan dirinya untuk fokus karena akhirnya akan terlena dengan kesenangan semata.

Terhadap godaan hal keduniaan diatas yang perlu dipahami untuk dapat lepas dan mengambil manfaat dari semuanya adalah sebagai berikut :

1 Segala atribut kesombongan karena menjadikan dunia sebagai tujuan hidup

Selalu ingat untuk tidak sombong dengan atribut kedunian, karena semua itu adalah sarana bukan tujuan. Memang seseorang untuk hidup membutuhkan hal dunia, namun itu hanya sarana agar dapat beribadah kepada Allah.

2. Kesombongan akan hal keduniaan adalah perangkap setan

Dalam hal keduniaan itu ada perangkap setan sebagai komitmen dirinya untuk menggoda manusia keturunan adam masuk kedalam golongannya. Banyak orang yang telah memiliki jabatan harta dan lainnya kemudian berubah sikapnya menjadi sombong dan dan dalam hal ilmu merasa selalu paling benar yang akhirnya dijauhi orang lain atau terjerat tipu daya setan itu.

3. Kesombongan membawa prilaku tidak tenang

Hal keduniaan berupa kesenangan itu tidak membawa seseorang pada ketenangan yang ada malah sebaliknya yakni  lebih banyak hasrat dan keinginan yang tidak berhenti memacu orang untuk mencarinya tanpa ada ujungnya. Manusia menjadi jauh dari ketenangan. Pada hal ketenangan sudah pasti akan membawa kesenangan karena hati nuraninya selalu sejalan dengan perbuatannya untuk selalu memanfaatkan apa yang dimilikinya untuk selalu dekat kepada Allah.

4. Kesombongan akan mendapatkan lawannya

Segala upaya untuk memuja keduniaan seperti jabatan harta dan wanita pasti akan berhadapan dengan type manusia yang sama yang akhirnya melahirkan persaingan hidup yang membuat dunia sebagai ajang pertempuran manusia yang menjauhkan diri seseorang dari ketenangan. Kesombongannya akan dibalas dengan kesombongan lainnya yang tiada hentinya karena diatas langit pasti ada langit. Dirinya akan mudah diliputi iri dan kecemburuan kepada orang lain yang ujung ujungnya tidak menentramkan hatinya.

5. Kesombongan hanya milik Allah

Manusia adalah obyek bukan subyek dan Allah membenci orang yang sombong lagi menyombongkan diri karena hanya Allah yang berhak menggunakannya sebagai pencipta dan pemelihara hambaNya. Kesombongan sebiji zarah akan menghalangi seseorang masuk syurga.

Dalam kaitan hal tersebut mengapalah harus sombong, pedoman menjadi orang biasa bersahaja perlu di biasakan untuk dapat menangkal sifat sombong ini. Dikala melihat orang berilmu akan mudah baginya untuk mau menerima gagasan atau ide baru yang akhirnya memperluas cakrawala ilmunya dibanding dia bersikukuh kalau ilmunya adalah yang paling benar.

Mendapatkan orang yang berjabatan dan berharta tidak menjadikan dirinya panas untuk bersaing mengunggulinya namun lebih banyak melihat mereka dengan belajar bagaimana proses yang menjadikan mereka sukses bukan silau dengan apa yang didapat seseorang itu.

Dalam kaitan itu hatinya akan dipenuhi rasa syukur apa yang sudah diraihnya dan akan terus beriktiar dan bertawakal karena kehidupan dunia ini hakekatnya lebih banyak terkait endurance atau daya tahan untuk selalu selamat dalam menapaki hidupnya. Ikhtiar yang dinaungi ridho Allah akan bernuansa ibadah di mata Allah.

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.