Senangnya jadi pribadi yang biasa saja

gaya hidup

Biasa dalam pengertian ini adalah pribadi yang sederhana tidak neko neko apa adanya adalah pilihan yang sangat menyenangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hampir sebagian besar teladan Nabi Saw adalah perihal hidup yang biasa atau sederhana. Mengapa demikian karena itulah rahasia yang membuat hidup jadi mudah.

sebagai misal seseorang mungkin berpendapatan berbeda beda begitu juga gaya hidup berbeda beda. Maka orang yang berpendapatan 5 misalnya, namun dengan gaya hidup 3 tentu akan lebih nyaman, sebaliknya seseorang berpendapatan 5, namun gaya hidup 7 sudah tentu akan terseret kesulitan walau pada awalnya dia bisa membanggakan diri dengan gayanya itu.

Dalam diplomasi juga demikian, prinsip di atas langit pasti ada langit juga berlaku. Banyak orang memulai kesombongan sebagai dalih meningkatkan kepercayaan diri dengan pencitraan yang super, namun kala berkata dan diikuti perbuatan dan sikap menjadi ketauan kalau tidak sesuai, malah akan berbalik memukul sendiri.

Dalam islam yang penting jangan berbohong, biar bagaimanapun sosok yang jujur dan dipercaya sifatnya universal untuk di sukai sebagaimana diteladankan Nabi Saw. Walau keadaan dunia yang tidak menentu selalu bilang dengan jujur akan menyulitkan diri sendiri adalah tantangannya untuk menguji pribadi muslim.

Menjadi pribadi yang biasa atau tawadhu memang diperlukan sebagai bentuk kesadaran manusia yang hanya sebagai hamba Allah atau obyek bukan sebagai subyek. Disitu ada rahasianya seperti dalam uraian diatas.

Sebagai umat Muhammad Saw sangat ditekankan untuk menjadi biasa dan berbaur dengan yang lain sepanjang diri tidak larut dengan prilaku jelek orang lain. Abu Ali Ad Daqqaq berkata:

Berpakaianlah engkau selayaknya orang-orang berpakaian, makanlah engkau sebagaimana orang makan dan namun hindarilah sifat-sifat buruk mereka dengan cara yang santun.

Sabda Nabi Saw: Keimanan yang paling utama adalah kesabaran dan sikap toleran.

Dalam beberapa hadis, Nabi Saw menekankan agar seseorang menjadi biasa terkait Nabi Saw sendiri adalah manusia biasa dan dengan itu dimungkinkan dapat bermakrifat (berjumpa) dengan Nya, sesuai dalam surat Al Kahfi 110.

Firman Allah : Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Dalam kitab Nashaihul Ibad di jelaskan mengenai 3 cara pandang dan sikap yang berbeda dari seorang mukmin bila berhadapan dengan Allah, dirinya sendiri  dan sesama seperti disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib Ra sebagai berikut:

  1. Jadilah manusia yang paling baik menurut Allah.
  2. Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu sendiri
  3. Jadilah manusia biasa dihadapan orang lain.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.