Cerita Chicago 2: bergaul dengan komunitas Bosnia pertama kali

chicagoChicago adalah pos pertama saya tugas ke luar negeri pada tahun 1995-2000, cukup lama bertugas karena sekalian mengambil master di Northeastern Illinois University disana.

Chicago seperti halnya Bosnia, sebelum berangkat selalu diceritakan keadaan negerinya yang tidak aman. Chicago adalah kota dengan kriminalitas tertinggi itu bunyi berita saat mencoba cari tahu soal kota ini.

Tapi nyatanya tidaklah demikian, ternyata kriminalitas tinggi hanya terjadi pada bagian tertentu di kota itu yakni di bagian selatan kota Chicago. Di kota itu sangat nyaman pelaku kejahatan karena polisi pun takut menghampirinya. Menuju keselatan dapat menggunakan jalur kereta redline langsung menuju daerah mereka. Dan untuk mencari tempat tinggal yang murah ya di daerah sini, cuma ya itu tanggung sendiri resikonya.

Saya dan keluarga sendiri tinggal di sebelah utara kota chicago di skokie, sebuah pemukiman asri dan nyaman. Rumah pertama saya tinggali adalah di Springfield, daerah Yahudi orang menyebutnya dan pemilik rumah yang saya sewapun juga orang Yahudi. Krisis ekonomi yang terjadi 1998 memaksa saya pindah ke apartemen untuk biaya sewa yang lebih murah, saya kemudian pindah ke skokie boulevard satu apartemen dengan warga Iran.

Di Skokie tidak ada mesjid dan mesjid yang terdekat ada di Northbrook dimana komunitas muslim Chicago bermarkas. Sebagian besar pengurus komunitas adalah warga Bosnia Muslim disana. Mesjidnya bagus dengan minaret serupa dengan model Turki. Disitulah pertama kali saya bergaul erat dengan komunitas Muslim Bosnia.

Pada tahun itu, saya tahu kalau pemerintah AS menerima warga Bosnia tinggal di tempat itu yang memang disiapkan untuk warga Bosnia yang ingin menyelamatkan diri dari perang Bosnia yang berlangsung tahun 1992-1995. Saya perhatikan rumah rumah yang ditinggali warga Bosnia rata rata cukup mewah tidak beda dari kebanyakan warga asli AS disana.

Saya merasa cocok untuk menyambangi mesjid di Northbrook ini karena pertama kali saya shalat jumat saya merasa shalat di kampung sendiri dilihat dari prosesi 2 kali azan, bacaan shalawat dan dzikirnya sama persis, Bagi saya kala itu sungguh mengherankan ada prosesi shalat jumat kok sama dengan Indonesia di tempat yang berjarak sangat jauh dari Indonesia. Saya tahu kemudian kalau komunitas muslim Chicago dari Bosnia itu adalah sama ahli sunnah wal jamaah.

Dalam urusan keperluan masyarakat Indonesia di sana, suatu waktu ada kematian salah satu warga Indonesia di sana, maka komunitas terdekat untuk pengurusan jenazah adalah dari mereka. Saya merasa memiliki ikatan kuat dengan warga Bosnia kala itu kemudian.

Dan saya juga tidak menyangka kemudian bila akhirnya saya ditempatkan di Bosnia yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Di Bosnia inilah saya merasa di rumah sendiri dan tergerak untuk terus mengexplore keadaan Bosnia di semua aspeknya yang dinilai banyak orang Indonesia katanya negeri penuh konflik dan perang.

Demikian ceritanya semoga berkenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.