Ini beda fighud da’wah dan fighud Ahkam

Menarik apa yang disampaikan Gus Baha terkait adanya perbedaan ulama dalam mensikapi kondisi umat yang semuanya dapat dibedakan pada 2 cara pandang sebagai berikut:

Fighud Da’wah didasari pada kenyataan hidup bahwa manusia dan akal seseorang itu berbeda beda dalam menanggapi suatu masalah. Fighud da’wah memberikan pijakan yang bijak untuk cara ulama itu dalam berda’wah dan menyebutnya sebagai hukum antara.

Sebagai contoh bagaimana ulama yang menggunakan fighud da’wah menuntun seseorang yang belum genap shalat 5 waktunya sebagai berikut :

Seorang imam melihat jamaah yang baru selesai shalat maghrib: Assalamualaikum, nampaknya kamu orang baru ya di komplek ini? “Betul saya baru 2 bulan di sini” Jawabnya. Dia kemudian menanyakan kepada Imam: “Namun sayang pak Imam saya baru bisa menegakkan shalat maghrib saja dari 5 shalat yang diperintahkan”.

Imam terharu mendengar kepolosan jamaahnya yang sportif mengakui kalau belum mampu memenuhi 5 waktu shalat itu. Imam menjawab: tidak apa apa semua itu dilakukan bertahap pelan pelan tidak ada yang salah. Mendengar itu jamaah baru itu merasa nyaman dan akhirnya larut dalam obrolan mengenai hal lainnya. Tidak terasa waktu bergerak dan azan isya berkumandang.

Imam kemudian mengajak: “baik sudah azan Isya, mari untuk shalat Ishya berjamaah belum batal wudhu juga kan?” . Mendengar ajakan imam yang bijak itu sang jamaah baru itupun ikut menunaikan shalat Isha.

Kisah senada juga disampaikan kala Kyai Soleh Darat menyampaikan nasehat kepada anak kecil soal lima waktu. Untuk mengingatkan rokaat Kyai itu selalu menggunakan lagu dan diakhiri alfatehah dengan logat jawa alfatekah lafadznya beliau itu. Soal rokaat sholat dilagukan beliau dalam bahasa jawa seperti seperti shalat dhuhur patang rokaat shalat ashar patang rokaat dan sholat maghrib iku telu saat mau melagukan shalat isya ..kyai itu bilang untuk isya nanti dulu ntar lupa lagi katanya lembut kepada anak anak.

Kyai sholeh darat yang sederhana dalam penyampaian agama ini adalah kyai bagi hasyim Asyari pendiri NU dan KH Ahmad Dahlan pendiri NU dan RA Kartini juga pernah menjadi muridnya.

Imam itu menggunakan fihud da’wah dalam pendekatan kepada jamaah baru yang awalnya hanya shalat maghrib akhirnya tergerak untuk shalat isha.

Berbeda dengan cara da’wah yang menggunakan fighud ahkam, ulama ini menerapkan hukum secara hitam putih karenanya cara da’wah serupa ini cenderung keras. Seorang yang tidak berhijab akan di cap tidak baik karena tidak mengikuti perintah agama. Kepada lingkungan yang seragam yang sudah mengerti syariah dan hukum ulama ini akan mudah menyampaikan syiarnya.

Karenanya ulama yang demikian akan cenderung berada dalam grup terbatas dan eksklusif hanya kepada golongan mereka yang menerapkan semuanya cara hidup yang berdasarkan shar’i. Hidup diluar kebiasaan mereka akan disebut keluar dari ajaran Islam atau bid’ah. Ulama yang menggunakan fighud ahkam akan cocok dalam memerangi kebatilan atau nahi mungkar dengan bentuk ajarannya yang keras itu.

Terkait dengan mana yang lebih baik diatara keduanya dalam cara mereka melakukan syiar Islam. Semua berpulang dari kita dalam menilai seorang ulama dan dikaitkan dengan kondisi yang ada saat ini di Indonesia yang masyarakatnya sangat majemuk dan beragam. Rekam jejak ulama yang menggunakan fighuid da’wah nyatanya paling banyak mendapatkan apresiasi dari ulama yang sebaliknya. Fighud da’wah menampilkan syiar agama yang adem dan nyaman dan tiada paksaan bagi yang ingin belajar agama, dan toh harus dipahami agama adalah terkait dengan kesadaran dan hidayah Allah semata.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.