
Bila bicara wisata halal eropa sering membingungkan menilik kaitan spot Islamnya dan ketersediaan makanan halal di Eropa. Setau saya wisata halal lbh kepada menyediakan layanan halal dan kemudahan ibadah bagi peserta muslim saja selama wisata sehingga spot non muslim yang dikunjungi di Eropa bukan suatu masalah.
Jadi wajar dengan pembenaran itu banyak paket tour halal eropa leluasa menyajikan tujuannya ke spot non muslim seperti ke bangunan gereja atau peninggalan kristen dan situs bersejarah abad pertengahan dan romawi karena memang ikon negara negara eropa. Seperti ada paket tour halal ke Paris misalnya diarahkan ke gereja Notredame, Saint Basilica atau Katedral dan kunjungan halal akhirnya di penuhi dengan mengunjungi mesjid kecil saja disana. Atau lebih aneh lagi wisata halal tujuannya adalah ke kastel drakula karena ikon utama Rumania ya itu.
Namun label halal ini sudah mampu menarik banyak wisatawan muslim Indonesia yg jumlahnya makin besar dan berkemampuan lebih untuk jalan jalan ke eropa. Bila wisata halal ke eropa mengunjungi jejak Islam seperti di Spanyol di Cordova, Barcelona atau Sevila lalu Marseilles, Albania, Macedonia, Istambul, Cechnja di Rusia atau di Bosnia Herzegovina dimana masih banyak situs Islam dan umat Islam bolehlah itu disebut wisata halal.
Namun ketempat lain, dengan menampilkan label halal, menjadi terlihat hanya sebagai trik bisnis semata untuk menarik perhatian saja karena yg dikunjungi bukanlah tempat atau spot atau sesuatu yang berkaitan dengan Islam di Eropa.
Satu yg acap terlupakan adalah wisata halal di Bosnia Herzegovina. Saat ini Bosnia sdh menjadi tumpuan wisata halal bagi warga Timur tengah negara muslin lainnya yang porsinya sdh mencapai 15 % dari total wisatawan mancanegara yang masuk kenegara itu. Malaysia hampir tiap hari masuk grup tur ke negara ini dan alasan mereka adalah karena pertimbangan mudah mendapatkan makanan halal dan harga murah separuh dibanding eropa barat, banyak mesjid dan azan masih mudah terdengar walau berada di Eropa.
Sementara wisatawan Indonesia walau tahun ini sdh mulai banyak yang masuk ke Bosnia, masih beranggapan negara ini tidak aman untuk wisata atau promosi dan paket wisatanya masih belum gencar atau tidak tersedia.
Wisatawan muslim ke Bosnia masih mengincar objek wisata di Mostar dengan kota dan jembatan tuanya lalu Travnik sebagai Istambulnya Eropa dan Jajce lewat air terjunnya kemudian sudah tentu Sarajevo sebagai kota perpaduan timur dan barat.
Spot wisata di 3 wilayah itu selain Mesjid dapat melihat situs peninggalan Turki Usmani seperti kota tua, benteng dan jembatan lalu madrasah, tekke atau zhawiya tempat tarekat naqsabandiyah ziarah ke makam orang suci, fountain, pasar atau bazar hingga tempat hamam.
Satu hal yang membanggakan dari daerah wisata bosnia adalah kebersihan terlihat dari wisata alamnya menyajikan air neretva yang jernih mata air yang deras seperti Vrelo Bune Vrelo Bosne dan Plava voda hutan yang terjaga dan pegunungan sebagai resort dan wahana ski kala musim dingin. Suasana salju dapat dinikmati sebagai daya tarik untuk yang ingin mengalami suasana musim dingin di Bosnia.
Semua Restoran di Bosnia wajib menyediakan makanan halal dan wisatawan selama di Bosnia tidak perlu merisaukan ini karena sudah di jamin halalnya. Makanan asli cevapi burek dan sorba dan makanan Turki seperti doner atau sawarma, kebab dan nasi bryani mudah dijumpai adalah pilihan makanan yang sesuai dengan lidah muslim.
Kembali soal wisatawan Indonesia berkunjung ke Bosnia adalah soal waktu saja. Pertama jarak sarajevo dan istambul sebagai target wisatawan muslim Indonesia berkunjung sdh sangat dekat hanya 1.5 jam perjalanan. Setahunnya ada 150 rb muslim Indonesia berkunjung ke Istambul menjadikannya destinasi tambahan setelah umrah. Tinggal dialihkan sebagian ke Sarajevo.
Kedua informasi terkait wisata halal di Bosnia saat ini memang terbatas tapi saat ini mulai gencar di pasarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
Pihak travel Bosnia memberikan paket tour di Bosnia 3 hari 2 malam dengan harga 280 km atau 140 euro atau sekitar 5 juta saja bagi wisatawan Indonesia yang akan umrah mengambil destinasi wisata tambahan ke negara ini.
Leave a comment