Hemat dalam taat

Pengertian hemat dalam taat bukan berarti kita menghitung hitung dalam melakukan ibadah melainkan bagaimana kita beribadah sesuai kemampuan dan keadaan dan tidak berlebih lebihan.

Dalam Kitab Durratun Nasihin karya Utsman ibn Hasan Al-Khubawi banyak memuat nasehat mengenai keutamaan amal, termasuk pentingnya bersikap hemat (sederhana/tengah-tengah) dalam ketaatan beribadah.

Dalam menyongsong musim haji yang akan segera datang banyak mutawif menyarankan agar Jamaah haji dapat mengontrol ritme ibadah dengan mengejar rukun dan wajib haji saja. Jumlah jamaah yang besar menjadikan setiap kegiatan haji memerlukan kemampuan fisik yang kuat seperti dalam menunaikan shalat fardhu dalam setiap waktunya ke mesjid memerlukan usaha dan tekad yang kuat apalagi jamaah yang jauh dari mesjid menggunakan bus. Karenanya ada fatwa bagi yang lansia untuk tidak memaksakan diri untuk selalu shalat ke Mesjid melainkan cukup dari mesjid sekitar hotel atau boleh di mushala hotel saja.

Bila hal ini tidak dikontrol ritmenya seperti menjaga tenaga dan waktu istrahat dikhawatirkan saat puncak haji malah akan tepar seperti kegiatan penting haji yakni wukuf yang hanya beberapa jam dapat terbengkalai.

Bila diatas pengertiannya hemat dan taat terkait menjaga keseimbangan antara ibadah dengan hak hak tubuh maka ada pengertian lain dari hemat dalam taat adalah menjaga keseimbangan antara ibadah diri kita dengan kewajiban atau tanggung jawab kita kepada keluarga. Keasyikan kita dalam beribadah janganlah sampai meninggalkan tanggung jawab kepada keluarga sehingga perlu diatur waktunya.

Satu hal yang lebih penting dari pengertian hemat dalam taat adalah kasih sayang kepada Allah yang menginginkan kenyamanan hambanya dalam beribadah bukan menjadikan ibadah sebagai beban. Dalam surat Al Baqarah ayat 185 : Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Pengertian lain dari hemat dalam taat adalah keutamaan untuk mendahulukan kualitas daripada kuantitas ibadah. Ibadah yang dilakukan sedikit namun konsisten tidak disukai dengan ibadah banyak namun setelah itu berhenti.

Pengertian lain dalam hemat dalam taat adalah kecenderungan bila kita banyak ibadah adalah munculnya riya yang dapat menghanguskan amal. Yang jelas Allah tidak melihat banyaknya ibadah seseorang namun lebih bagaimana mendapatkan ridhoNya dalam kita beribadah.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.