Seri Motivasi 28 : Pekerjaan sekecil apapun selalu punya arti bagi Allah

pijat-bayi1450061101

Wirda dan Qumi, dua putri Lukman, sewaktu bayi selalu diurut oleh nyai tukang urut bernama Hajjah Aminah. Lukman berpikir enak ya jadi tukang urut, cuma duduk usap usap sekitar 7 menit lalu dibayar. Lukman bahkan sempat menghitung ada sekitar 30-40 bayi yang datang dan terbayang berapa penghasilan Hajjah Aminah perharinya bila per bayi dibayar 20 ribuan.

Tambah lagi kalau Hajjah Aminah berpraktek 2 kali dalam sehari. “dua kali? tanya Lukman kepada orang orang. “Ya dua kali sama sore” begitu kata orang orang yang berarti penghasilan Hajjah Aminah 2 kali lipat.

Namun ketika Lukman datang mengurut bayinya kedua kali ketiga kali dan kesekian kalinya, lukman berubah pandangan, kalau pekerjaan Hajjah Aminah ini membosankan hanya duduk sepanjang hari. Yang enak tentu keluarganya yang dapat menikmati penghasilannya.

Tetapi Lukman benar benar malu saat berkesempatan ngobrol dengan hajjah Aminah. Hajjah Aminah berkata: “Mungkin bagi adik, kerjaan saya hanya ngurut? cuma duduk dan usap usap bayi saja..?

“Padahal tidak lo, saya bismillah sedari awal pagi ngurut, sejak bayi pertama yang saya pegang, supaya pekerjaan saya bernilai ibadah, kan manusia kudu ibadah supaya kuburannya enak. Dan bagi saya pekerjaan ini bukan sekedar ngurut saja tetapi mengharap bagaimana bayi dapat sehat.

Kalau bayi sehat tentu ibu bapaknya senang, kerja pada tenang dan harapannya semoga mereka bisa tenang beribadah. Saya berkorban diri saya untuk kebahagiaan keluarga saya adalah anak anak mereka dapat sekolah, bisa makan dan bisa punya rumah yang layak.

Hajjah Aminah terus bertutur tentang makna kebaikan yang lain. Lukman benar benar jadi malu. Kehidupan Hajjah Aminah bukan hanya sekarang, orientasinya jauh pada hari akhir, apa yang dilakukan adalah kebaikan.

Pelajaran dari Hajah Aminah adalah bahwa pekerjaan tidak ada pekerjaan yang “cuma”, misalnya cuma tukang sapu, cuma karyawan biasa…tidak ada, semuanya punya arti di mata Allah. Sebab kebaikan seseorang akan memiliki mata rantai kebaikan yang luar biasa bagi seseorang yang lain. misalnya seorang tukang sapu, betapapun ketika ia menyapu jalan, maka jalanan itu akan menjadi bersih dan nyamanlah bagi orang yang melintas.

(Dari buku Mencari Tuhan 2, Ustadz Yusuf Mansur)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.