Kisah Nabi Ayub As 1: ujian dalam kebangkrutan usaha

ilustrasi-api-terbakar-kebakaran_20150914_163316

Nabi Ayub AS adalan Nabi yang paling sabar dan aneka ujian sudah menimpa dirinya mulai dari kehilangan usaha, keluarga, penyakit semua itu tidak menjadikan kufur malah semakin bersyukur kepadaNya.

Nabi Ayub As adalah salah seorang bangsa Rum, ia putra Aish bin Nabi Ishak As, Ibunya salah seorang putri Nabi Luth As, berbudi lagi bijaksana. Ayahnya adalah seorang hartawan, memiliki banyak ternak dan tidak ada yang mampu menandingi kekayaannya. Setelah wafat Ayahnya mewariskan semuanya ke Nabi Ayub As.

Selanjutnya Nabi Ayub As di utus Allah bagi Kaum Huran dan Tih. Walaupun Nabi Ayub As itu memiliki kekayaan luar biasa namun ia suka menyantuni fakir miskin, anak yatim bagaikan seorang bapak yang penuh kasih sayang, terhadap para janda bagaikan seorang suami, demikian pula terhadap rakyat kecil yang lemah bagai saudara kandung penuh cinta kasih.

Perkebunan yang demikian luasnya itu di biarkan siapa saja yang ingin memetiknya. Dalam peternakan, dengan cepat ternaknya berkembang biak. Sekalipun demikian terhadap semua hartanya itu, tidak sedikitpun berpengaruh terhadap munajatnya kepada Allah. Yang jelas Ia pandai mensyukuri nikmat pemberian Allah Swt, baik dalam hati ataupun dicetuskan lewat lisannya.

Kondisi Nabi Ayub As membuat iri dan dengki Iblis. Iblis berkomentar : “Ayub benar sukses usahanya dunia dan akhirat, karenanya perlu dirusak salah satu atau keduanya itu”. Pada Zaman itu Iblis bebas untuk naik kemana saja lalu lalang hingga ke langit ke tujuh.

Pada saat ia naik, iapun ditegur oleh Allah Swt. “Hai makhluk terkutuk, tidakkah engkau melihat hambaKu (nabi Ayub) yang telah sukses usahanya? mampukah engkau mencontoh dia?” Iblis lalu menjawab: ‘ Ya Tuhan benar saja Ayub tekun beribadah kepada Mu, sebab diberi kelapangan rezeki dan kesehatan jasmani oleh Mu, seandainya tidak demikian pasti iapun enggan beribadah kepadaMu.

Lalu Allah berfirman : “Bohong kamu, sebab aku tahu pasti bahwa ia benar benar beribadah dan bersyukur kepadaKu, sekalipun tiada kelapangan rezeki harta baginya”. Sahut Iblis : “Ya Tuhan, kalau begitu aku ingin mengujinya sampai sejauh mana ia tidak lupa berdzikir dan beribadah kepadaMu, untuk itu berilah aku kemampuan untuk menguasai dirinya. maka dipenuhilah tuntutan Iblis itu oleh Allah.

Alkisah, mulailah mereka memperdaya Nabi Ayub As, mengerahkan seluruh pasukan yang ada sehingga rumah rumah, taman taman, kebun kebun ladang dan sawah mereka bakar musnah al hasil seluruh harta kekayaan nabi Ayub musnah di hancurkan mereka.

Lalu Iblis menghampiri Nabi Ayub As yang tengah shalat : ‘Hai Ayub, kenapa engkau tenang tenang beribadah, padahal engkau dalam keadaan terancam bahaya. Tuhanmu telah mengirimkan api dari langit yang membakar hangus seluruh kekayaanmu”.

Nabi Ayub tidak menjawabnya, baru sesudah shalat iapun berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberi harta kekayaan kepadaku, kemudian sekarang sudah saatnya Dia menarik kembali dari tanganku” . Selanjutnya ia tegak melakukan shalatnya kembali. Dan Iblis pulang penuh kecewa, bahkan merasa terhina dan menyesal akibat tindakannya kepada nabi Ayub As.

Dari Kitab Duratun Nasihin

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.