Kisah Nabi Ayub As 3 : Ujian penyakit

ayub-3

Lanjutan kisah dalam buku Duratun Nasihin:

Kemudian Ayub diserang penyakit cacar, seluruh tubuhnya mulai kepala sampai kaki, darah dan nanah mengalir di tubuhnya, dan ulat ulatpun berjatuhan. Akibatnya seluruh keluarga kerabat dan sahabat pun menyingkir dan menghindarinya. Demikian pula dua dari ketiga istrinya menuntut cerai, kecuali Siti Rahmah seorang istri yang sangat setia melayani nabi Ayub siang dan malamnya.

Tidak cukup sampai disini derita nabi Ayub AS, sebab kaum perempuan tetangganya menuntut nabi Ayub untuk keluar dari kampung mereka. Lewat istrinya mereka berkata: ‘Hai Rahmah, kami sangat kuatir kalau penyakit suamimu itu menular ke anak anak kami”, seharusnya ia disingkirkan saja dari kampung ini, kalau tidak kami yang akan memaksamu keluar”.

Mendengar itu Siti Rahmah segera keluar, dikumpulkan semua pakaiannya, lalu ia membawa nabi Ayub pergi sambi berteriak keras: ‘Aduh, demikian, berat penderitaan ini, kami harus mengembara karena mereka sudah mengusir dari kampung dan rumah kami. Ayub di gendong di punggungnya, diiringi isakan tangis istrinya.  Lalu ia di bawa kesebuah rumah yang sudah rusak, dekat dengan pembuangan sampah, disanalah akhirnya mereka berteduh.

Namun di lokasi itu, masyarakat melihat dan hal yang sama lagi terjadi, merekapun mengusirnya, bahkan bila tidak segera pergi anjing anjing mereka akan memaksa nabi ayub untuk pergi. Siti rahmah lalu membawa nabi ayub menuju tempat yang jauh dari masyarakat. Disanalah nabi Ayub di buatkan gubug terbuat dari kayu. Dibuatkan pula alas tidur sebangsa tikar dan menjadikan batu sebagai bantalnya. Untuk minumnya siti rahmah membawakan wadah air yang biasa dipakai penggembala memberi minum ternak ternaknya.

Kemudian Suatu hari siti rahmah berengkat ke suatu dusun lalu Nabi Ayub berseru : Hai Rahmah, pulanglah, jika engkau hendak menjauh dariku, biarkan aku ditempat ini. Jawabnya:” janganlah suamiku, tidak mungkin aku membiarkanmu seorang diri, selama hayat dikandung badan.”

Kemudian berangkatlah siti rahmah di suatu dusun, ia mendapat pekerjaan di perusahaan roti. Lagi lagi masyarakat tahu siapa dirinya, maka merekapun menjauhi siti rahmah. Sahut mereka: Menjauhlah dari kami, sebab kini aku merasa jijik padamu”.

Siti Rahmahpun menangis katanya: Ya Tuhan, engkau melihat keadaanku ini, seolah olah dunia ini berubah menjadi sempit bagiku”. “masyarakatnya selalu menghinaku, namun aku berharap Engkau janganlah menghinaku kelak di akhirat, Ya Tuhan mereka telah mengusir dari rumah kami di dunia, namun kami berharap janganlah Engkau mengusir kami dari rumahMu kelak di hari kiamat.”

Kemudian iapun berangkat menemui wanita pemilik perusahaan roti, katanya: “Sungguh suamiku tengah lapar, untuk itu perkenankan aku meminjam / hutang roti kepadamu”. Jawabnya: “menjauhlah segera supaya suamiku tidak melihatmu, tapi serahkan gelungan rambutmu padaku. Siti rahmah mempunyai 12 gelungan rambut yang indah dan bagus dan gelungan itu sangat di sukai nabi Ayub.

Akhirnya direlakannya 12 gelungan rambut siti rahmah untuk diberikan wanita pemilik perusahaan roti dan ditukarkan dengan 4 potong roti: Siti Rahmah berkata: ‘Ya Tuhan tindakanku ini, semata berbakti kepada suamiku, memberi makan nabiMu dengan menjual gelunganku”. Maka sewaktu nabi Ayub melihat roti, ia lalu berprasangka jangan jangan istrinya menjual diri untuk mendapatkan roti itu”. Lalu iapun bersumpah: Nanti jika Allah menyembuhkan penyakitku, ia akan dipukul 100 x jilidan, yaitu sebagai tebusan menunjuk firman Allah

“Ambillah seikat rumput dengan tanganmu, lalu pukullah istrimu dengannya, maka engkau tidaklah kena sumpah ,,,,”(Shad : 44)

Maka setelah qishash telah terlaksana, iapun menangis katanya: ‘Ya Tuhan, telah lenyap upayaku hingga mencapai suatu masalah bahwa seorang istri NabiMu menukar rambutnya untuk membelanjai diriku”

Sahut siti rahmah: ‘Hai suamiku, kini janganlah sedih, sebab rambutku sudah tumbuh lebih bagus dari yang semula. Lalu iapun memotong roti dan menyuapinya sambil duduk disisinya. Nabi ayub setiap ulat yang jatuh dari tubuhnya, ia mengambil dan mengembalikannya. Sahutnya:”Makanlah apa apa yang telah dirizkikan Allah kepadamu”.  Hingga tiada tersisa daging ditubuhnya, hanya tulang, urat dan sarafnya.

Hingga mentari terbit menyinari tembuslah sinarnya dari tubuh bagian depan sampai punggungnya. Yang tersisa hanyalah hati dan lisan, sebab hatinya tidak pernah sepi selalu bersyukur kepada Allah Swt dan lisanpun tetap berdzikir kepada Alah Swt. Alkisah penderitaan sakit yang dialami nabi Ayub As ini mencapai 18 tahun.

Pada suatu hari siti rahmah berkata: Engkau seorang nabi yang terhormat di sisi TuhanMu, kalau saja mau berdoa untuk kesembuhan tubuhmu, pasti….”

Jawab Ayub: Sudah berapa tahun masa senang kita?. Jawabnya: 80 tahun”. kata Ayub lagi: Sungguh malu rasanya jika aku berdoa kepada Allah, mengingat masa di timpa derita ujian belum seberapa, dibandingkan dengan masa senang/ masa sehat”.

Dan ketika tiada lagi daging pada tubuhnya yang layak di santap, maka ulat ulatpun saling menyantap sesamanya (yang satu menyantap lainnya dan seterusnya), hingga tersisa dua ekor ulat saja, yang selalu mencari sisa sisa daging pada tubuh Ayub, namun tiada memperolehnya. Maka salah seekor ulat ada yang sampai ke hati dan memakannya, sedang seekor lainnya sampai ke lisan dan menggigitnya pula.

Pada saat itulah nabi Ayub berdoa:

Sesungguhnya aku telah ditimpa kemelaratan, sedang Engkau lebih pengasih dari segala pengasih (Al Anbiya: 83)

Kemelaratan maksudnya ujian/cobaan dahsyat. Doanya itu bukan berarti keluh kesah dan bukan berarti menyimpang dari golongan yang suka bersabar.

Itulah sebabnya Allah berfirman:

“Sungguh Kami dapati Ayub seorang yang sabar (Shad : 44)

wallahu a’lam

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.