Dimanakah Jiwa Orang yang Sedang Tidur

Dalam kitab Duratun nasihin di jelaskan kemana perginya ruh/nyawa selepas dari raga sebagai berikut:

Sahabat Abu Bakar ketika ditanya tentang perginya ruh selepas dari tubuh/ raganya, ia menjawab : Ruh itu melesat pada 7 tempat, masing masing :

  1. Ruh para Nabi dan Rasul terbang menuju tempatnya di surga Aden.
  2. Ruh para ulama menuju tempat tetapnya di surga firdaus.
  3. Ruh orang orang beriman yang berbakti/beruntung menuju tempatnya di surga iliyin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ´Illiyyin. Tahukah kamu apakah ´Illiyyin itu. (Yaitu) kitab yang bertulis. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)” (QS. Al-Muthaffifin: 18-21)
  4. Ruh para syuhada terbang bagaikan burung berkeliaran/berhibur di surga sesuka mereka
  5. Ruh para mukmin yang berdosa melayang layang di angkasa bergantungan diantara langit dan bumi sampai kiamat,
  6. Ruh para putra putri orang mukmin berada di bukit minyak kasturi/misik, sedangkan
  7. Ruh orang orang kafir, musyrik, dan munafik di seret ke jurang sijin, mereka disiksa, berikut tubuh/raga mereka, hingga tiba saatnya kiamat.

Terkait neraka sijin adalah menurut Firman Allah :

Janganlah sekali kali curang, sungguh, kitab catatan para pendurhaka berada di sijin (Al Muthafifin 7)

Allahlah yang tahu pasti tentang hakekat keadaan semua itu, bagi Nya puji pada setiap pendapat, keciali pendapat/ucapan yang ingkar dan sesat. Maka kita harus tetap taat pada segala perintahNya, Dia maha Suci dari perasaan dan penyerupaan, ya Allah pemilik keagungan dan kemulyaan, janganlah kami di siksa akibat dosa dosa kami

Wallahu a’lam