Cerita Bosnia 29: Jajce walau kota kecil namun sarat sejarah dan cantik alamnya

 

Buat saya kayaknya tiada weekend tanpa liburan, musim dingin dgn saljunya bukanlah halangan utk explor daerah wisata di Bosnia Hetzehovina. Kali ini dari bucket list yg sdh disusun adalah mengunjungi Jajce sebuah kota kecil di wilayah Central Bosnia Canton.

Awalnya karena kota kecil dan jauhnya jarak banyak wisatawan yg tdk memperdulikan kota ini, namun setelah Unesco menyatakan bahwa kota ini memiliki warisan budaya tua barulah saat ini banyak yg tergerak termasuk saya dan soal keindahan alam seperti danau dan air terjun adalah daya tarik lainnya.

Perjalanan saya bersama keluarga dan teman ini menggunakan minibus sewa, lumayan bs kumpul rame di mobil. Kita berangkat jam 09.00, perjalanan tdk begitu lama 160 km ditempuh dalam 2.5 jam, sempat berhenti di Travnik di plava voda istrahat.

Sekitar 40 mnt kami tiba di Jacje lsng ke Pliva waterfall. Memasuki kota, dari sisi jalan air terjun lsng terlihat dan utk kebawah telah dibuat trek yg landai menuju air terjun. Mendekati air terjun sdh dibuatkan plaform dan betul cipratan air sdh dirasakan saat menginjaknya.

Luar biasa debit air yg keluar dari air terjun ini dan air terjun ini adalah merupakan pertemuan 2 sungai yaitu Pliva dan Vrebas. Warna air terjun adalah turquois hijau ke biru2an. Buat saya unik banget menemukan air terjun ada di tengah kota.

Kota ini berada di ketinggian 500 m dpl dan konturnya menanjak ditengah dan berdiri kokoh benteng Jajce. Benteng Jajce ini lbh tua dari benteng2 lain di Bosnia Herzegovina…asli bangunan dari abad pertengahan (Medieval) dengan lambang perisai Romawi di pintu benteng.

Kerajaan Bosnia Herzegovina kala itu merasakan manfaat strategisnya posisi benteng yang tinggi itu kala menghalau musuh musuh yang datang.

Saya sendiri utk mencapai puncak bentengpun harus terengah engah sampai dan berpesan klo mampir ke benteng ini hrs siapkan fisik utk mencapainya. Deket pintu benteng tdpt mesjid khusus wanita (Zenska Dzamija). Dari kota tua Jajce jalan ke benteng bisa ditempuh dari beberapa pintunya.

Pintu masuk sbg check point ada di beberapa sudut benteng yg dihubungkan dgn tembok keliling melindungi kota tua dan warga Jajjce. Yang menarik semua pintunya sama dan saya sempet nyasar karena tdk mengenali pintu yang sama ketika masuk.

Kembali ke sekilas sejarahnya bahwa pada tahun 1463 Turki Usmani menguasai kota ini dan mengeksekusi raja Stefan Tomasevic sbg akhir dari kerajaan Bosnia. Kekuasaan Turki Usmani tdk lama krn berhasil direbut Austro Hungaria hingga kembali direbut Turki Usmani pada tahun 1527.

Pada masa Turki usmani di Jacje belum begitu besar dan komposisi muslim adalah 300 kepala keluarga dan kristen 15 keluarga saja. Turki berkuasa cukup lama hingga 1918. Saat ini jumlah penduduk kota ini adalah 30 rb dan separuhnya Muslim.

Saya juga sempat mampir ke salah satu mesjid utama di kota tua mesjid Esma Sultana utk tunaikan shalat ashar. Selesai shalat terlihat aktifitas ngaji lsng oleh imam masjid dan diikuti anak anak remajanya sedang berusaha menghafal ayat ayat Al Quran.

Bersama Imam dapat informasi bahwa mesjid di Jajce cukup banyak ada 20 lebih. Tidak heran ucapan imam itu kala perjalanan dari Travnik ke Jajce saya melihat beberapa mesjid dari sisi jalan yang di lalui

Walau Turki cukup lama berkuasa situs kerajaan Bosnia dan situs sejarah sebelumnya pada masa Roman tetap dipelihara. Situs kristen dipelihara khususnya catacombe atau makam raja raja kristen dan gereja bawah tanahnya yg sudah mendapat perlindungan UNESCO krn warisan dunia dari masa medieval abad 14.

Satu lagi spot wisata adalah danau Pliva dan rumah penggilingan (house mill) terigu yang digerakkan kincir tenaga air bernama Mlincici. Ada 20 Rumah penggilingan besar kecil yg terbuat dari kayu itu berjejer mamanfaatkan beberapa ruas aliran air deras danau Pliva yg tersedia.

Jajce menjadi terkenal kemudian adalah kala penyelenggaraan konperensi ke2 AVNOJ (garakan anti fascist) pada november 1943 sbg dasar terbentuknya negara sosialis Yugoslavia. Di Jajce sendiri di bangun museum utk mengenang peristiwa tersebut.

#jalanjalanbosnia #wisatabosnia #bibosnia

Demikian ceritanya semoga berkenan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.