Belajarlah Sufi dari Nabi Nabi ini

nabi musa 5

Menurut Syekh Junaid al Baghdadi dalam kitabnya Rasail, Tasawuf dibangun atas 8 landasan yang kesemuanya mengikuti akhlaq para nabi dan rasul sebagai berikut :

1.Nabi Ibrahim AS

Salah satu  sifat dan akhlaq yang baik dari nabi Ibrahim AS adalah kemurahan hatinya. Beliau di masyarakat sangat murah hati terutama dalam menjamu tamu dan sangat dermawan memberikan apa saja kepada orang lain yang membutuhkan.

2.Nabi Ismail AS

Dari Nabi Ismail kita dapat belajar soal kepasrahan yang tiada duanya saat diminta ayahnya untuk dikorbankan sesuai permintaan Allah. Kala hendak dikorbankan kemudian Ismail berubah menjadi domba dan setelah saat itu muncullah tradisi berkorban.

3.Nabi Yaqub

Dari Nabi Yaqub AS kita dapat belajar soal kesabaran Nabi ini. Nabi Yaqub adalah Ayahanda Nabi Yusuf  yang telah sabar menunggu putranya yang sangat disayanginya yang telah  dicelakai saudaranya sendiri.  Nabi Yaqub setelah sekian lama akhirnya dapat bertemu anaknya yang menjadi pejabat atau bendahara di Mesir saat anak anaknya diminta untuk mencari bahan makanan.

Doa yang dipanjatkan nabi Yaqub AS kala kehilangan anaknya

Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.” (QS Yusuf [12]: 83).

4.Nabi Zakaria AS

Dari Nabi ini kita belajar soal kemampuannya berkomunikasi dengan Isyarah petunjuk Allah. Dalam surat Maryam ayat 3 – 10 digambarkan mengenai kemampuan komunikasi Nabi Zakaria AS yang diawali dengan menggunakan bahasa lisan dan tidak berkata apa apa melainkan lewat tanda tanda  kepada Allah soal keinginannya memiliki anak. Allah mengabulkan doa Zakaria walau dirinya sudah renta dan istrinya dianggapnya telah mandul. Allah berfirman bagi Allah hal itu adalah mungkin dan mengabulkan Zakaria memilik anak bernama Yahya.

Tanda kemampuan komunikasi isyarat yang diberikan Allah dilihat pada ayat 9 dan 10

“Allah berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, sesungguhnya, engkau telah aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau belum berwujud sama sekali.” Ayat 9.

“Dia Zakari berkata “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda. “Allah berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.” Ayat 10. 

Inilah kemampuan nabi Zakaria AS mampu melihat tanda tanda dari Allah lewat kalam yang tidak bersuara dan tidak beraksara.

5. Nabi Yahya AS

Satu hal yang dapat dipelajari dari Nabi Yahya AS adalah Uzlah kemampuannya dalam mengasingkan diri.

Nabi Yahya dikisahkan merupakan anak yang taat kepada kedua orang tuanya. Nabi Yahya adalah seorang yang sangat aktif dan progresif namun mengambil jarak dari dunia ramai. Dia tidak mudah tergoda dan tertipu oleh Dunia.

Allah memberikan kemampuan kepada nabi Yahya AS saat dikejar raja Herodes dimana disembunyikan oelh Allah dalam pohon. Mereka menduga Nabi Yahya memiliki sihir sehingga seperti lenyap ditelan bumi.

Nabi Yahya AS akhirnya ditemukan didalam pohon setelah dibelah sebagai wujud maha kuasanya Allah menolong hambaNya. Allah berfirman bahwa Nabi Yahya dan Zakaria meninggal dalam keadaan sahid karena menegakkan agama Allah.

Firman Allah : Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

6. Nabi Musa AS

Sifat yang diambil dari Nabi Musa AS adalah berbusana dengan wol sederhana. Dalam kisah Nabi Musa AS digambarkan sosok beliau yang gemar berpakaian wol sederhana yang kala itu baju jenis tersebut adalah yang paling sederhana. Sifat kesederhanaan ini menjadi luar biasa mengingat Nabi Musa AS adalah putra Firaun yang dapat memiliki baju semewah apapun untuk dikenakan pada dirinya.

Karena itu kesederhanan nabi Musa AS mengenakan baju wol ini menjadi simbol para sufi.

7. Nabi Isa

Sifat yang diambil untuk belajar dari Nabi Isa AS adalah mengembara. Gambaran mengembara dari Nabi Isa AS ini bukanlah makna fisik  artinya Nabi Isa memiliki pola pikir dan rohani yang sangat luas tidak berwawasan sempit. Karena itu nabi Isa AS dijuluki nabi yang paling luas pola pemikiran dan rohaninya dibanding nabi nabi lainnya.

8. Nabi Muhammad Saw

Pelajaran utama yang dapat diambil dari sosok uswatun hasanah ini adalah kerendahan hati dan kesahajaan beliau. Karena itu 3/4 ajaran beliau adalah tentang laku rendah hati dan kesederhanaan yang menjadi contoh bagi umatnya dalam berlaku dan bertindak.

Demikian sifat nabi nabi yang dapat menjadi pedoman untuk belajar sufi. Semoga  shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau serta para nabi dan rasul lainnya, berikut keluarga dan kerabat kerabat mereka seluruhnya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.