Cerita Tunisia 4 :Taraweh sekaligus qatam Al Quran

 

tunisia

Ini adalah tulisan saya kala bertugas di Tunisa pada tahun 2003-2007 silam yang selalu menarik perhatian saya untuk di ulas .

Pandemi korona yang memaksa ramadan kali ini dilakukan di rumah saja memendam kerinduan mengingat ritual kala normal dengan ikut berjamaah setiap malam ramadan.
Ya ini mungkin pelajaran yang harus diambil bahwa diri kita harus menjaga jarak dengan dunia dimana sebelumnya sangat tidak berjarak.

Diri kita diminta untuk tetap dirumah berkumpul di keluarga inti dari yang sebelumnya acap ditinggalkan. Pikiran saya lalu melayang ke taraweh dimana di Indonesia sangat unik dimana taraweh dilakukan dengan cepat dan bacaan ayat yang pendek pendek. Taraweh juga beragam ada yang 11 rakaat dan 23 rakaat, namun semua pilihannya adalah benar semua.

Kala di Tunisia saya menemukan hal yang unik bahwa masalah bilangan rakaat taraweh bukan hal yang diributkan yang jelas dalam 1 malam taraweh imam harus menyelesailan bacaan 1 juz lebih Al quran atau rata rata 12 halaman al Quran.

Kala bacaan panjang ini, maka mesjid yang memiliki reputasi imam yang bacaannya tartil merdu dan tentu hafal itu yang diburu bila sebaliknya jangan harap dapat meraup banyak jamaah. kebanyakan qiraat yang dibawakan Imam adalah warsy yang enak dan merdu di dengar.

Jumlah rakaat taraweh juga bervariasi ada yang11 dan 23 rakaat. Bila 11 rakaat maka bacaan alquran per rakaat menjadi lebih panjang karena harus dapat memenuhi 1 juz untuk seluruh rakaat taraweh permalamnya. Sebaliknya yang 23 bacaan alqurannya menjadi otomatis lebih pendek .

Saya suka datang bergantian kala di Tunis itu ke beberapa mesjid seperti Ezzitouna dan mesjid dekat rumah baik yang 11 maupun yang 23 dan saya menjadi yakin ternyata untuk menarik hati jamaah tidaklah selalu dengan sajian surat pendek dan cepat cepat melaksanakan tarawehnya.

Satu lagi yang saya perhatikan jamaah bebas memegang mushaf alquran sambil menyimak bacaan imam dalam shalatnya dan untuk yang di Indonesia menambah gerakan tersebut tidak dimungkinkan. Saya baru tahu kemudian bila hal tsb dilakukan untuk membantu menjaga kadar hafalan sang imam dan dalam mazhab di Tunisia Maliki hal tsb diperkenankan dibanding dengan Safii yang sangat ketat dalam gerakan shalat itu.

Dengan bacaan semalam lebih dari 1 juz maka qataman al quran dalam taraweh juga seragam jatuh pada tanggal 25 ramadan dan biasanya setelah taraweh ada makan makan atau jaburan istilah di kita sambil merayakan qataman quran itu. Di Tunisia tidak dikenal tadarusan setelah taraweh karena sudah dilakukan qataman lewat bacaan taraweh setiap malamnya itu.

Dari situ saya dapat pelajaran dengan penuhnya jamaah di Tunisia dan panjangnya bacaan Quran tidak secara langsung menurunkan minat seseorang untuk ikut taraweh.

Imam di Tunisia harus hafidz al quran untuk melaksanakan taraweh dan setiap mesjid didampingi 2 imam pengganti yang juga hafidz dalam hal ini imam yang hafidz mendapat peran yang besar kala ramadan. Bila taraweh di Indonesia seperti dilakukan di Tunisia saya yakin hafidz di Indonesia yang banyak di cetak itu mendapat peran juga seperti itu untuk menjadi imam taraweh. Di beberapa mesjid utama di indonesia jg sdh dilakulan taraweh seperti di arab dengan bacaan permalamnya 1 juz itu.

Karena itu dengan kapasitas imam yang demikian Mesjid disana kala taraweh selalu penuh oleh jamaah yang sengaja ingin menghidupkan malam bersama mereka.

Beda bila di Indonesia sebelum taraweh dilakukan maka yang harus di cek bagaimana imamnya, kalau imamnya dalam membawakan taraweh cepat itulah yang diburu jamaah.

Demikian ceritanya semoga manfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.