Pilih belajar syareat atau hakekat?

belajar tasawuf

Dalam belajar Islam bila diamati akan mengarah 2 kelompok besar yakni yang fokus pada syareat dan satu lagi kelompok fokus pada hakekat. 2 kelompok ini muncul didasarkan pada cara dan sumber ilmu yang dipelajarinya masing masing.

Dari 2 kelompok ini menarik bila keduanya muncul dari ulama bukan dari tanah arab dimana Islam berasal namun berasal dari Uzbekistan Asia Tengah. Bukhari adalah pemimpin untuk kelompok yang belajar Islam yang fokus pada syareat dengan kumpulan hadistnya yanng masyur dan menjadi pedoman belajar umat Islam. Sheik al Bukhari al Naqsabandiyah juga dari Uzbekistan  adalah ulama yang mengajarkan salah satu tarekat utama yakni Naqsabandiyah.

Syareat berpedoman kepada apa yang tertulis dalam Quran dan hadist  dan ilmu lainnya yang melengkapi adalah antara lain ilmu fiqih dan ilmu adab. Ilmu syareat menegaskan pokok pokok ajaran agama berisi hal hal yang diperintahkan ataupun di larang Allah SWT . Guru yang mengajar kepada kelompok ini disebut Ustadz.

Sementara itu kelompok lain berfokus kepada hakekat yang dipelopori kelompok tarekat yakni ajaran untuk mencari jalan untuk dekat kepada Allah dengan pelajaran pokoknya dzikir. Sudah tentu untuk belajar hakekat harus kuat dulu aqidah karena kelompok ini sangat beragam bergantung kepada guru atau Mursyid yang mengajarkannya.

Mursyid memperkenankan datangnya ilmu lewat mimpi dan firasat untuk melaksanakan cara berdzikir kepada Allah. karena itu tarekat menjadi banyak macamnya bergantung kepada pembawanya seperti tarekat Naqsabandiayah dibawakan oleh Sheik Baha’udin Al Bukhari Naqsabandiayah, Qadiriyah oleh Sheik abdul Qadir Jailani lalu ada Khalwatiyah, Sazliyah, rufaiyah dan lain lain.

Melihat ilmu dan cara yang berbeda dalam menjalankannya sering timbul salah paham diantara keduanya bila syareat sangat tegas dalam kaitannya dengan sunnah nabi atau hal yang benar2 dilakukan Nabi saja dan diluar itu Bid’ah, maka untuk yang belajar hakekat karena ilmu dan caranya sangat beraneka ragam sehingga kerap di anggap keluar dari sunnah oleh kelompok syareat dan inilah yang terjadi.

Sebenarnya terkait pilihan sah sah saja orang hanya berkutat kepada syareat karena kuatir salah jalan untuk belajar hakekat lebih jauh. Begitupula orang yang belajar hakekat dengan ikut tarekat atau belajar tasawuf dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah menjadi sah sah saja.

Terkait dengan hal tersebut dalam Al Quran sudah disebutkan terkait keberadaan kelompok ini dalam surat Al Isra ayat 20 sebagai berikut :

Sekelompok orang ditempatkan Allah untuk khikmad kepada Nya. Sekelompok lainnya ditempatkan untuk mencintaiNya, kepada masing masing, baik ini maupun itu, kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Dalam kitab Al Hikam Ibnu Athailah telah ditafsirkan keberadaan kelompok ini bahwa Allah memang telah menggariskan dan menetapkan jalan hidup hambaNya pada 2 kelompok ini. Ada yang mereka yang ditugaskan untuk beribadah secara fisik kepada Allah, mereka gemar shalat, dzikir, puasa, sedekah dan aneka ibadah fisik lainnya dengan intensitas tinggi. Tetapi adapula orang orang yang digariskan oleh Allah untuk mencintai dan merindukanNya dengan caranya.

Terkait dengan pilihan ini tetaplah terus menuntut ilmuNya karena untuk syareat sudah sangat lengkap ilmunya sementara untuk belajar hakekat butuh pembimbing atau guru karena di pesantren masuk ilmu khusus dan untuk tasawuf dapat mengacu kepada Ihya Ulumudin Al Ghazali.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.