Hubungan Nabi, wahyu dan kaumnya

 

nabi nuh2

Menarik sekali kajian dari Gus Baha bahwa nabi atau rasul pertama itu bukanlah adam melainkan Nuh, karena baru pada masa Nabi Nuh sudah ada Umatnya, sementara nabi Adam belum memiliki umat melainkan hanya anggota keluarganya saja.

Dari H.R Al Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik (Maka orang-orang mendatangi Adam dan berkata: Wahai Adam, tidakkah engkau tahu (bagaimana keadaan manusia). Allah telah menciptakanmu dengan TanganNya, dan Allah (memerintahkan) Malaikat bersujud kepadamu dan Allah mengajarkan kepadamu nama-nama segala sesuatu. Berilah syafaat kami kepada Rabb kami sehingga kami bisa mendapatkan keleluasaan dari tempat kami ini. Adam berkata: aku tidak berhak demikian, kemudian Adam menceritakan kesalahan yang menimpanya. (Adam berkata): akan tetapi datanglah kepada Nuh, karena ia adalah Rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi. Maka orang-orang kemudian mendatangi nabi Nuh).

Sejak masa nabi Nuh Kompleksitas dan keragaman umat sudah dihadapi oleh Nabi Nuh seperti dalam ceritanya bahtera Nabi Nuh tersebut.

Umat manusia yang terkumpul dalam suatu kaum ataupun kerajaan terus mengalami perkembangan dan  berlanjut ke nabi nabi sesudahnya. Dalam kaitan itu Allah memberikan Wahyu juga dengan cara memberikan langsung melalui Jibril kepada nabi. Turunnya wahyu adalah disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi setiap nabi dan kondisi kekufuran dari kaumnya sehingga menjadikan mereka berpaling tidak mau mengikuti ajaran Allah yang dibawa nabi-nabinya.

Turunnya wahyu Allah melalui proses bertahap yaitu zaman shuhuf (100 shuhuf) yaitu 30 lembar diberikan kepada Nabi Adam As, 60 lembar diberikan kepada Nabi Idris As dan 10 lembar diberikan kepada nabi Ibrahim As. Setelah itu masuk zaman peralihan dari shuhuf ke kitab pada masa Nabi Ibrahim hingga Musa (shuhufi Ibrahima wa Musa).

Setelah zaman shuhuf masuklah zaman kitab dengan 4 kitabnya, Kitab Taurat dibawa Nabi Musa As, Kitab Zabur dibawa oleh Nabi Daud As, Kitab Injil dibawa Nabi Isa As dan Al Quran dibawa Muhammad saw. Dari rincian turunnya wahyu kepada nabi-nabi nyatalah bahwa semua wahyu yang diturunkan merupakan satu kesatuan

Satu kesatuan wahyu yang diturunkan mengikuti proses dan menjawab kebutuhan akan dinamika atau kondisi nabi yang diberi wahyu dengan kaumnya. Lembaran shuhuf yang berjumlah 100, kemudian dihimpun melalui 3 kitab yang ada yaitu Taurat, Zabur dan Injil dan dari 3 kitab terakhir yang diturunkan itu dihimpun dalam kitab suci Al Quran sebagai penyempurna dari semua kitab yang diturunkan.

Sebagai contoh turunnya Al Quran sesuai tafsir Misbach Quraish Shihab adalah menyempurnakan wahyu dari kitab sebelumnya yaitu kitab Taurat yang sudah diputar balikan oleh Bani Israil yang telah menjadi materialistis, Kitab Zabur yang dipermainkan alunan lagunya dengan dalih menyempurnakan syairnya dan kitab  Injil yang oleh umatnya Nasrani menjadi sangat sarat dengan ajaran kerohanian saja.

Ajaran rohani dan spiritual yang penuh dari Nabi Isa ini sering dijadikan panutan bagi penganut tasawuf  sementara Nabi Muhammad memberikan keseimbangan antara rohani dan keseharian umatnya yang dicontohkan melalui teladan yang sebagian besar berupa kesederhanaan dan kesahajaan sehingga mudah diterapkan oleh semua tingkatan golongan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.